Angka Stunting Pangkalpinang Turun Drastis, Program MBG 3B Jadi Kunci Penurunan Kasus Balita Stunting

Kabar baik dari Pangkalpinang! Kasus balita stunting di kota ini menurun signifikan, menyisakan 200 anak. Program MBG 3B diklaim berperan penting dalam upaya penurunan stunting Pangkalpinang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Angka Stunting Pangkalpinang Turun Drastis, Program MBG 3B Jadi Kunci Penurunan Kasus Balita Stunting
Kabar baik dari Pangkalpinang! Kasus balita stunting di kota ini menurun signifikan, menyisakan 200 anak. Program MBG 3B diklaim berperan penting dalam upaya penurunan stunting Pangkalpinang. (AntaraNews)

Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menunjukkan kemajuan signifikan dalam penanganan stunting. Jumlah balita stunting di wilayah ini berhasil ditekan drastis, memberikan harapan baru bagi kesehatan anak-anak.

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Kota Pangkalpinang melaporkan penurunan kasus yang menggembirakan. Data terbaru menunjukkan hanya tersisa 200 balita stunting per Oktober 2025, sebuah capaian yang patut diapresiasi.

Angka ini jauh berkurang dari 600 balita pada tahun 2024, menandai efektivitas program yang telah berjalan. Keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai upaya serius pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat.

Kepala DP3AKB Kota Pangkalpinang, Agustu Affendi, mengonfirmasi tren positif ini. Ia menyatakan bahwa kasus anak stunting terus mengalami penurunan yang konsisten.

Menurut data yang dihimpun per Oktober 2025, jumlah balita stunting di Pangkalpinang kini hanya mencapai 200 anak. Ini merupakan pencapaian luar biasa dari 600 anak pada tahun sebelumnya.

Penurunan angka stunting ini menjadi indikator keberhasilan program kesehatan di kota tersebut. Upaya kolaboratif dari berbagai pihak dinilai berkontribusi besar dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Fokus utama adalah memastikan setiap anak mendapatkan nutrisi yang cukup sejak dini. Hal ini penting untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal balita di Pangkalpinang.

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, menyusui, dan balita (3B) disebut sebagai faktor utama keberhasilan ini. Program ini memberikan dampak positif yang nyata dalam menekan angka stunting di Pangkalpinang.

Saat ini, program MBG 3B telah menjangkau 4.726 penerima manfaat di Kota Pangkalpinang. Rinciannya adalah 470 ibu hamil, 647 ibu menyusui, dan 3.609 balita.

Agustu Affendi menegaskan bahwa program MBG 3B ini akan terus ditingkatkan. Tujuannya agar Kota Pangkalpinang dapat sepenuhnya bebas dari stunting.

Inisiatif ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mengentaskan stunting. Tujuannya adalah menciptakan generasi berkualitas untuk mewujudkan Generasi Emas 2045.

Meskipun ada penurunan yang signifikan, penelitian lebih lanjut diperlukan. Hal ini untuk memastikan apakah penurunan ini murni dampak MBG atau ada faktor lain yang berkontribusi.

Agustu Affendi mengakui bahwa balita penerima MBG hari ini tidak bisa langsung dinyatakan bebas stunting secara instan. Proses pemulihan dan pencegahan membutuhkan waktu serta intervensi berkelanjutan yang konsisten.

Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi efektivitas program. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan tenaga kesehatan sangat diperlukan.

Dengan dukungan berkelanjutan, harapan untuk mewujudkan Pangkalpinang bebas stunting semakin terbuka lebar. Ini akan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak di kota tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi