Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus memperkuat komitmennya dalam upaya percepatan penurunan prevalensi stunting di wilayahnya. Inisiatif terbaru datang melalui peluncuran aplikasi inovatif bernama Berani Depak Stunting. Platform digital ini diharapkan menjadi kunci utama dalam mencapai target penurunan angka stunting secara signifikan.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, mengapresiasi penuh inovasi yang digagas oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Tengah ini. Aplikasi Berani Depak Stunting dirancang untuk memperkuat koordinasi lintas sektor serta memperluas jangkauan pengawasan penanganan stunting. Hal ini penting untuk memastikan intervensi yang tepat sasaran.
Peluncuran aplikasi ini menandai langkah strategis Pemprov Sulteng dalam menekan angka prevalensi stunting dari 26,1 persen menjadi 19 persen pada tahun 2026. Dengan dukungan data akurat dan kolaborasi erat berbagai pihak, diharapkan target tersebut dapat tercapai demi generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.
Advertisement
Advertisement
Aplikasi Berani Depak Stunting hadir sebagai sistem informasi yang krusial dalam membantu pengambilan data di lokus stunting. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi akar penyebab stunting secara cepat dan tepat di lapangan. Melalui pendekatan berbasis data ini, intervensi yang diberikan dapat lebih terarah dan efektif.
Platform digital ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pengumpul data, tetapi juga sebagai jembatan koordinasi antarpihak terkait. Wakil Gubernur Reny A Lamadjido menekankan bahwa data yang akurat dan kolaborasi lintas sektor merupakan dua faktor kunci dalam menekan prevalensi stunting. Ini mencakup peran pemerintah, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, hingga masyarakat luas.
Dengan adanya Berani Depak Stunting, diharapkan proses deteksi dini dan penanganan stunting dapat berjalan lebih efisien. Kemampuan sistem untuk menyediakan data terintegrasi akan memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik. Inovasi ini menjadi bukti komitmen Pemprov Sulteng dalam memanfaatkan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Implementasi sistem Berani Depak Stunting melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi seperti Universitas Tadulako. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Stunting, mahasiswa secara aktif dilibatkan dalam pengumpulan dan pemutakhiran data di lapangan. Mereka juga berperan penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan stunting.
Mahasiswa tidak hanya menjadi agen perubahan, tetapi juga tenaga pendamping yang membantu identifikasi faktor risiko dan verifikasi data keluarga sasaran. Model kolaborasi ini dinilai strategis karena menjembatani kebutuhan data akurat dengan intervensi langsung di tingkat desa dan kelurahan. Ini menciptakan sinergi yang kuat antara akademisi dan praktisi di lapangan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan penurunan angka prevalensi stunting secara signifikan. Dari angka saat ini sebesar 26,1 persen, target yang ditetapkan adalah mencapai 19 persen pada tahun 2026. Inovasi Berani Depak Stunting diharapkan dapat berkontribusi besar terhadap pencapaian target ambisius ini, demi mewujudkan generasi penerus yang lebih sehat dan berdaya saing.
Advertisement
Sumber: AntaraNews