Dukungan Pemkab Mimika Tegaskan Komitmen Bantu Pembangunan Rumah Ibadah Semua Agama
Pemerintah Kabupaten Mimika menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pembangunan rumah ibadah bagi semua umat beragama, memastikan fasilitas ibadah yang layak bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, secara tegas menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pembangunan rumah ibadah bagi seluruh umat beragama di wilayah tersebut. Komitmen ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap warga negara dapat menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing tanpa hambatan. Pernyataan penting ini disampaikan langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam sebuah acara peresmian yang baru saja berlangsung di Timika.
Bupati Rettob menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika akan selalu siap memberikan bantuan untuk pembangunan rumah ibadah yang telah dimulai oleh masyarakat. Ia menekankan pentingnya inisiatif awal dari komunitas sebagai prasyarat bagi dukungan pemerintah. Bantuan akan diberikan setelah pembangunan fisik rumah ibadah tersebut benar-benar dimulai, menunjukkan pendekatan kolaboratif yang kuat.
Komitmen ini menjadi sorotan utama saat penandatanganan prasasti peresmian Wihara Bodhi Mandala, sebuah rumah ibadah umat Buddha yang berlokasi di Jalan Poros Hasanuddin-Irigasi Ujung, Timika. Wihara megah ini sebelumnya telah diresmikan oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, pada Sabtu, 29 November. Peristiwa ini menjadi bukti konkret dari Dukungan Pemkab Mimika terhadap keberagaman dan fasilitas keagamaan di daerah.
Komitmen Penuh untuk Fasilitas Keagamaan di Mimika
Bupati Mimika, Johannes Rettob, dengan tegas menyatakan bahwa setiap pembangunan rumah ibadah akan mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kebebasan beragama dan penyediaan fasilitas yang memadai bagi seluruh warga Mimika. Menurutnya, hal terpenting adalah adanya inisiatif awal dari masyarakat untuk memulai pembangunan, yang kemudian akan disambut dengan uluran tangan pemerintah.
“Yang terpenting masyarakat memulai pembangunan terlebih dahulu, kalau sudah mulai bangun pasti pemerintah akan bantu. Semua pembangunan rumah ibadah pasti kita bantu,” ujar Bupati Rettob, menegaskan kembali janji pemerintah. Kutipan ini memperkuat janji pemerintah untuk terlibat aktif dalam mewujudkan sarana ibadah yang layak dan representatif. Ini juga menjadi bagian esensial dari Dukungan Pemkab Mimika yang berkelanjutan untuk semua golongan.
Komitmen ini tidak hanya sebatas janji lisan, melainkan telah terbukti melalui berbagai dukungan konkret yang diberikan. Salah satunya adalah bantuan dalam proses perizinan yang seringkali menjadi kendala, serta dukungan pendanaan pembangunan. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga dukungan praktis yang sangat dibutuhkan oleh komunitas agama.
Wihara Bodhi Mandala sebagai Bukti Nyata Dukungan Pemerintah
Pembangunan Wihara Bodhi Mandala di Timika menjadi salah satu contoh paling nyata dari Dukungan Pemkab Mimika terhadap umat beragama. Ketua Panitia Pembangunan Wihara Bodhi Mandala Timika, Steven Tan, menyambut positif bantuan yang telah diberikan pemerintah daerah sejak tahun 2021. Ia secara khusus memuji dukungan tersebut sebagai sesuatu yang sangat luar biasa dan patut diapresiasi oleh seluruh umat.
Steven Tan menjelaskan, “Dukungan dari pemerintah daerah sangat luar biasa mulai dari perizinan dan dana pembangunan. Dukungan juga ada dari Dirjen Kementerian Agama RI. Itu semua merupakan bentuk perhatian yang sungguh luar biasa.” Pembangunan wihara ini merupakan proyek jangka panjang yang memakan waktu empat tahun, dimulai pada 6 November 2021 dan direncanakan rampung sepenuhnya pada 29 November 2025 mendatang.
Wihara Bodhi Mandala kini berdiri megah di atas lahan seluas 9.584 meter persegi dan memiliki kapasitas ruang utama yang mampu menampung hingga 200 umat. Bangunan ini dirancang dengan visi menjadi salah satu ikon penting dan kebanggaan di Kabupaten Mimika. Meskipun bangunan induk telah selesai, beberapa fasilitas pendukung lainnya masih dalam tahap penyelesaian akhir untuk melengkapi kebutuhan umat.
Fasilitas pendukung yang masih akan dibangun meliputi kantin, yayasan, sekretariat, ruang tamu para biksu, tempat tinggal suci para biksu, rumah penjaga, pagar keliling, area parkir, serta penataan taman yang indah. Diperkirakan seluruh fasilitas penunjang ini baru akan rampung dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan. Saat ini, jumlah umat Buddha yang bermukim di Mimika tercatat sekitar 200 jiwa, yang akan memanfaatkan fasilitas ini.
Sumber: AntaraNews