Keberagaman Mimika Jadi Fondasi Utama Pembangunan, Raih Harmony Award 2025
Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa keberagaman Mimika adalah fondasi utama pembangunan daerah, terbukti dengan raihan Harmony Award 2025 dari Kementerian Agama RI.
Timika, 30 November – Kabupaten Mimika di Papua Tengah berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Harmony Award 2025, sebuah penghargaan bergengsi dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Penghargaan ini menjadi bukti konkret bahwa keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa di Mimika justru menjadi kekuatan pendorong utama dalam membangun daerah yang kokoh dan sejahtera. Bupati Mimika, Johannes Rettob, menekankan bahwa perbedaan yang ada di tengah masyarakat merupakan fondasi tak tergantikan untuk kemajuan.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di Jakarta pada 28 November 2025, menegaskan posisi Mimika sebagai daerah yang paling majemuk namun mampu menjaga persaudaraan dengan sangat kuat. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Mimika, tetapi juga seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi aktif dalam menciptakan kerukunan. Prestasi ini diharapkan dapat memacu semangat seluruh warga untuk terus bersinergi dalam pembangunan.
Johannes Rettob menyatakan bahwa raihan Juara 1 Daerah Paling Harmoni dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia ini merupakan momentum penting bagi Mimika. Daerah yang kerap disebut sebagai miniatur keberagaman Indonesia ini menunjukkan bahwa harmoni sosial adalah kunci keberhasilan. Dengan dasar kerukunan yang kuat, Mimika memiliki potensi besar untuk meramu pembangunan secara menyeluruh, mulai dari sektor ekonomi, sosial, hingga infrastruktur.
Mimika Raih Harmony Award 2025 dan Prestasi Lainnya
Kabupaten Mimika menerima penghargaan Harmony Award 2025 dalam sebuah acara yang berlangsung di Ballroom Hotel DoubleTree, Kemayoran, Jakarta. Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto serta Sekjen Kemenag RI Kamaruddin Amin, menunjukkan pentingnya acara tersebut di tingkat nasional. Penghargaan ini menegaskan komitmen Mimika dalam menjaga dan merawat kerukunan di tengah masyarakatnya yang beragam.
Selain dinobatkan sebagai Juara 1 Daerah Paling Harmoni, Mimika juga mencatat prestasi lain yang patut dibanggakan. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika turut meraih penghargaan nasional sebagai FKUB Inspiratif tingkat kabupaten. Capaian ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga dan memelihara kerukunan antarumat beragama, suku, dan budaya.
Bupati Johannes Rettob mengungkapkan bahwa prestasi yang diperoleh Kabupaten Mimika dan FKUB Mimika merupakan kebanggaan besar bagi seluruh masyarakat Mimika dan Provinsi Papua Tengah. Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi semua pihak, yang menjadikan Mimika sebagai contoh daerah yang mampu mengelola keberagaman menjadi kekuatan positif. Ini juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kerukunan dan pembangunan.
Keberagaman sebagai Fondasi Kuat Pembangunan Daerah
Bupati Johannes Rettob secara tegas menyatakan bahwa perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa yang ada di Mimika justru menjadi fondasi yang kuat untuk membangun daerah. Ia melihat ada kekuatan besar dalam harmoni ini untuk meramu pembangunan Mimika secara keseluruhan. "Perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa yang ada Mimika justru menjadi fondasi kuat untuk membangun daerah. Dengan dasar harmoni ini, saya melihat ada kekuatan besar untuk meramu pembangunan Mimika secara keseluruhan," ujar John Rettob.
Pemerintah Kabupaten Mimika terus berkomitmen untuk menyiapkan program pembangunan yang merata, menjangkau dari kampung hingga ke kota. Dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan program, keberagaman masyarakat selalu dijadikan sebagai kekuatan utama. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap kebijakan dan inisiatif pembangunan dapat diterima dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Kementerian Agama RI menetapkan Mimika sebagai penerima Harmony Award 2025 berdasarkan sejumlah indikator nasional yang ketat. Indikator-indikator ini mencerminkan upaya komprehensif Mimika dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan inklusif bagi semua warganya. Berikut adalah beberapa indikator utama yang menjadi penilaian:
- Indeks Moderasi Beragama yang tinggi
- Dukungan pemerintah daerah yang proaktif dan konsisten
- Kemampuan menyelesaikan potensi konflik secara damai
- Ruang publik yang inklusif dan aman bagi semua golongan
- Kolaborasi aktif tokoh agama, adat, dan komunitas lokal
- Pelayanan rumah ibadah yang berkeadilan dan setara
Komitmen Jangka Panjang dan Slogan 'Mimika Rumah Kita'
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang dalam menjaga dan memperkuat kerukunan, Pemkab Mimika akan terus memperkuat slogan "Mimika Rumah Kita" sebagai pedoman hidup bersama. Slogan ini bukan sekadar frasa, melainkan simbol bahwa semua warga Mimika memiliki rumah yang sama, tanpa memandang latar belakang apapun. Ini menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama untuk menjaga kedamaian dan kemajuan daerah.
Bupati Johannes Rettob bahkan berencana membangun Tugu Harmony di Mimika sebagai pengingat visual akan pentingnya nilai-nilai kerukunan. Tugu ini diharapkan menjadi simbol abadi yang memotivasi seluruh masyarakat untuk terus bersatu. "Tugu ini menjadi pengingat bagi kita semua agar bangun, bangkit, dan bergerak bersama membangun Kabupaten Mimika bersama FKUB," pesannya, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Pembangunan tugu ini akan menjadi monumen yang merefleksikan semangat kebersamaan dan persatuan yang telah membawa Mimika meraih berbagai penghargaan. Dengan adanya Tugu Harmony, diharapkan nilai-nilai toleransi, saling menghargai, dan gotong royong akan terus tertanam kuat dalam setiap generasi masyarakat Mimika. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi dan pembangunan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews