Bupati Mimika Ajak Warga Perkuat Persaudaraan Demi Wujudkan Perdamaian Mimika 2026
Bupati Mimika Johannes Rettob menyerukan warganya untuk memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman guna mewujudkan perdamaian Mimika yang kokoh di Tahun Baru 2026, kunci utama pembangunan daerah.
Timika, Papua Tengah – Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengajak seluruh lapisan masyarakat di wilayahnya untuk menjadikan momentum Tahun Baru 2026 sebagai titik tolak penguatan persaudaraan. Ajakan ini disampaikan guna meneguhkan kebersamaan di tengah keberagaman, dengan tujuan utama mewujudkan suasana damai dan kondusif di Mimika. Kebersamaan dan persaudaraan yang kokoh antar kelompok masyarakat menjadi fondasi esensial dalam upaya membangun daerah yang lebih baik di masa mendatang.
Tanpa adanya kebersamaan dan persaudaraan yang kuat, Mimika akan rentan terhadap potensi konflik sosial yang dapat berujung pada instabilitas keamanan daerah. Bupati Rettob menekankan pentingnya menjaga persatuan, "Jangan biarkan kebencian dan perbedaan memecah-belah persaudaraan kita. Kita kuat karena kita bersatu," ujarnya. Beliau juga mengajak semua pihak untuk bekerja sama membawa Mimika menuju kemajuan sesuai visi-misi pembangunan dari kampung ke kota, agar masyarakat di pelosok pun merasakan sentuhan pembangunan.
Setiap warga Mimika, apapun latar belakang suku, agama, budaya, maupun profesinya, memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dalam menciptakan rasa damai di tengah kehidupan bermasyarakat. Baik petani, nelayan, buruh, Aparatur Sipil Negara (ASN), maupun anggota TNI-Polri, semuanya berperan penting. Peran aktif seluruh elemen ini diharapkan dapat menopang stabilitas dan kemajuan Mimika secara menyeluruh.
Perkuat Fondasi Kebersamaan dan Toleransi di Mimika
Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa kebersamaan dan persaudaraan yang kokoh merupakan pilar utama dalam pembangunan Mimika. Beliau mengingatkan bahwa tanpa fondasi ini, daerah akan mudah terpecah belah oleh konflik sosial yang mengancam keamanan dan stabilitas. Oleh karena itu, ajakan untuk memperkuat tali persaudaraan menjadi prioritas di awal tahun 2026 ini.
Visi-misi pemerintah daerah Mimika untuk membangun dari kampung ke kota bertujuan agar seluruh masyarakat, termasuk yang berada di pelosok dan distrik terpencil, dapat merasakan dampak positif pembangunan. Bupati Rettob menekankan bahwa keberhasilan ini hanya bisa dicapai melalui sinergi dan kerja sama antarwarga. Semangat persatuan ini diharapkan dapat menyingkirkan perbedaan dan fokus pada tujuan bersama demi kemajuan Mimika.
Setiap individu di Mimika, terlepas dari perbedaan identitas, memiliki peran krusial dalam menciptakan kedamaian. Rasa tanggung jawab kolektif ini menjadi kunci dalam menjaga harmoni sosial. Dengan demikian, Mimika dapat terus tumbuh dan berkembang dalam suasana yang aman dan tenteram, jauh dari potensi perpecahan.
Komitmen Pembangunan Berkeadilan dan Pelayanan Prima
Bupati Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong berkomitmen penuh untuk melaksanakan amanah yang dipercayakan rakyat Mimika dengan penuh tanggung jawab. Mereka menegaskan bahwa jabatan yang diemban adalah untuk melayani masyarakat, bukan sebaliknya. Komitmen ini diwujudkan melalui upaya pelayanan yang optimal di berbagai aspek kehidupan.
Pelayanan yang berkeadilan menjadi fokus utama, terutama bagi masyarakat di kampung-kampung yang jauh dari pusat kota. Aspek-aspek seperti ekonomi, sosial, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan menjadi prioritas. Duet kepemimpinan ini berjanji untuk mewujudkan pembangunan yang merata, mulai dari wilayah pesisir pantai, pegunungan, pinggiran kota, hingga di Kota Timika itu sendiri.
Keberhasilan pembangunan Mimika tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur di perkotaan, melainkan dari bagaimana masyarakat di pelosok merasakan denyut nadi pembangunan. Bupati Rettob menjelaskan, "Keberhasilan pembangunan kita jika anak-anak kita di pedalaman, pesisir pantai dan gunung-gunung bisa tersenyum karena menikmati pendidikan yang layak, mama-mama di pasar barang jualannya laris, lalu warga yang sakit mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas." Hal ini mencerminkan fokus pada kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Mimika Raih Harmony Award dan Harapan Menjaga Kerukunan
Pada tahun 2025, Kabupaten Mimika mencatat sejarah dengan meraih penghargaan Harmony Award dari Kementerian Agama (Kemenag). Mimika terpilih sebagai daerah paling harmonis dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia, sebuah pengakuan atas keberhasilan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan antarkelompok masyarakat. Bupati Rettob berharap seluruh komponen warga Mimika dapat mempertahankan predikat membanggakan ini.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat persaudaraan dan toleransi telah mengakar kuat di Mimika. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran serta aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan. Predikat ini diharapkan dapat memotivasi seluruh warga untuk terus memupuk nilai-nilai kebersamaan dan saling menghargai.
Sebagai bentuk syukur dan refleksi, Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar acara syukuran di penghujung tahun 2025 yang dihadiri ribuan warga di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Timika. Perayaan syukur ini diisi dengan doa bersama lintas agama dan penyalaan 1.000 lilin sebagai bentuk solidaritas atas musibah bencana alam yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kegiatan ini menunjukkan kepedulian Mimika terhadap sesama dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.
Sumber: AntaraNews