Dua PMI Tertembak saat Dievakuasi Keluar Tempat Penampungan Kerja Judi Online di Myanmar
Dua dari 46 Pekerja Migran Indonesia (PMI) terkena luka tembak saat akan dipulangkan ke Indonesia dari Kota Myawaddy, Myanmar.
Dua dari 46 Pekerja Migran Indonesia (PMI) terkena luka tembak saat akan dipulangkan ke Indonesia dari Kota Myawaddy, Myanmar. Mereka sebelumnya bekerja secara ilegal dengan mendapat perlakuan kasar berupa penyekapan dan penyiksaan selama dipekerjakan sebagai operator judi online.
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha menuturkan bahwa pemulangan 46 PMI dari Myanmar ke Indonesia merupakan suatu perjuangan besar. Sebab, kota tempat PMI bekerja di Myanmar merupakan wilayah konflik.
“Memang upaya kompleks, rumit dan panjang, karena kami memahami Myawaddy ini adalah wilayah konflik bersenjata dan wilayah tersebut dikuasai pihak etnis bersenjata di sana. Jadi memang sangat sulit bagaimana kita untuk mengeluarkan mereka dari sana,” jelas Judha Nugraha di Termina 2 Soekarno-Hatta.
Meski diselamatkan dari wilayah konflik bersenjata dan penyiksaan serta penyekapan yang pekerja migran Indonesia alami di Myanmar, Judha memastikan tidak ada PMI yang pulang dalam keadaan cacat.
“Tidak ada (PMI cacat fisik) tapi ada dua orang yang mengalami luka tembak dua orang dibagian kaki,” jelasnya.
Selain 46 PMI yang berhasil dipulangkan Kamis (20/2), pihaknya mencatat ada 92 PMI lain yang sedang dalam proses pemulangan ke Indonesia. Sementara ada 270 PMI yang dilaporkan juga berada di wilayah Myawaddy yang tidak memperoleh hak-hak pekerja dan justri mendapatkan penyiksaan dari tempat kerja mereka.
“Jadi selaian 46, ada 92 lainnya sedang kita proses kepulangannya ke Indonesia dan masih ada lagi diluar 92 itu adalah 270 yang kami sudah terima pengaduan dari korban maupun dari keluarga. Jadi ini memang angkanya besar dan menjadi keprihatinan kita bersama,” ungkap dia.
Dari pemulangan 46 PMI itu, seluruhnya berasal dari 9 Provinsi di Indonesia dengan mayoritas PMI berasal dari Sumatera Utara, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Utara dan beberapa wilayah lain.
“Ini upaya panjang pemerintah RI untuk memulangkan mereka, sampai saat ini masih ada 200 WNI lain yang ada di Myawaddy yang masih terus kita upaykan pemulangamya. Malam ini sudah kami serahterimakan kepada Kemensos, mereka akan dibawa ke tempat perlindungan trauma center di Kemensos untuk dilakukan pendalaman terhadap bahaimana modus atau cara yang dilakukan sehimgga mereka terjebak sampai ke Myawaddy,” ujar Judha.
Ada Mantan Anggota DPRD
Judha menyebutkan dari 46 PMI yang dipulangkan itu, satu di antaranya adalah mantan anggota DPRD Indramayu, yang mengaku mendapatkan tindakan kasar berupa penyiksaan dan penyekapan selama bekerja sebagai operator judi online.
“Satu dari 46 itu ada diantaranya mantan anggota DPRD Indramayu inisial R, dia dari wilayah Hpa Lu, Kota Myawaddy, Myanmar,” terangnya.
Judha mengaku hingga Februari 2025 ini sudah 6.800 kasus Warga Negara Indonesia (WNI) bermasalah di luar negeri akibat online scam. Dengan 10 negara tujuan penempatan kerja di luar negeri.
“Kami imbau masyarakat supaya lebih berhati-hari karena sampai Februari 2025 ada 6.800 kasus WNI bermaslaah karena online scam sejak tahun 2020 dan angka nya masih terus meningkat. Oleh karena itu kita imbau masyarakat untuk tidak mudah terbuai lowongan kerja dengan menjanjikan gaji tinggi namun tidak memiliki kualifikasi khusus, berangkat tidak dibekali visa kerja, tanpa kontrkan kerja dan akhirnya bermaslaah di Luar Negeri, kami sekali mengharapkan kerjasama dengan semua pihak,” tukas dia.