Pekerja Migran di Timur Tengah Diminta Waspada Buntut Ekskalasi Konflik Iran, AS, dan Israel
Eskalasi perang Iran vs Amerika Serikat (AS) dan Israel masih berlangsung sampai Senin (2/3).
Sekitar 900 warga Jawa Tengah (Jateng) yang menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) di negara Timur Tengah diminta tetap waspada.
Sebab, eskalasi perang Iran, Amerika Serikat (AS) dan Israel masih berlangsung sampai Senin (2/3).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Ahmad Azis, mengatakan sebaran PMI di 17 negara Timur Tengah paling besar ada di Arab Saudi, yakni 534 orang.
"Uni Emiran Arab 124, Kuwait 67, Qatar 30, Yordania 22, Bahrain 16, Oman 10, lainnya di bawah 10," kata Ahmad Azis, Senin (2/3).
Ditanya jumlah jenis kelamin paling banyak PMI Timur Tengah mayoritas merupakan laki-laki. Mereka hampir seluruhnya bekerja di sektor informal.
"Tetapi perempuan juga ada. Sebagian besar rumah sakit, menjadi perawat," ungkapnya.
Ribuan PMI asal Jateng untuk selalu waspada dan menjalin komunikasi dengan pemeritnah Indonesia di semua perwakilan negara.
Pihak Disnakertrans Jawa Tengah akan mengambil langkah antisipasi untuk menjalin keamanan warganya.
"Kami selalu komunikasi dengan Kemenlu Kementerian Luar Negeri terkait situasi terbaru, termasuk mengenai ketenagakerjaan. Pemerintah kita siap komitmen melindungi setiap warganya," pungkasnya.
Daftar Negara Tergolong Timur Tengah
Sekadar untuk diketahui, ada sekitar 17 negara yang sering disebut termasuk wilayah Timur Tengah. Berikut adalah daftar negara-negara yang tergolong bagian dari kawasan ini beserta ibu kotanya:
• Irak - Baghdad
• Iran - Teheran
• Siprus - Nicosia (lefkosia)
• Oman - Muscat
• Mesir - Kairo
• Bahrain -Manama
• Turki - Ankara
• Uni Emirat Arab - Abu Dhabi
• Qatar - Doha
• Palestina - Yerusalem dan Ramallah
• Yaman - Sana'a
• Arab Saudi - Riyadh
• Lebanon - Beirut
• Israel - Tel Aviv
• Suriah - Damaskus
• Kuwait - Kuwait
• Yordania - Amman