Dua Hari Berlalu, Kapten Kapal yang Terbakar di Dermaga Ancol Belum Ditemukan
Peristiwa yang menyebabkan lima orang terluka dan satu orang tewas ini terjadi pada Sabtu (8/2) kemarin.
Petugas gabungan Polda Metro Jaya, Polres Kepulauan Seribu, bersama Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Basarnas masih terus melakukan pencarian terhadap satu korban kebakaran dua kapal di Dermaga Ancol, Jakarta Utara.
Peristiwa yang menyebabkan lima orang terluka dan satu orang tewas ini terjadi pada Sabtu (8/2) kemarin. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indardi mengatakan, satu orang yang masih dilakukan pencarian yaitu seorang kapten kapal.
"Sampai saat ini, kapten kapal saudara M itu belum ditemukan. Tim masih bekerja di lapangan, rekan-rekan kami dari Polres Kepulauan Seribu, Ditpolair, kemudian didukung rekan-rekan basarnas dari manajemen Ancol hadir," kata Ade Ary kepada wartawan, Senin (10/2).
Tim penyelam profesional juga diturunkan untuk mencari korban. Mereka juga melakukan proses pengangkatan bangkal kapal KM Tenggiri itu.
"Kemudian ada tim penyelam profesional yang saat ini sedang berupaya melakukan proses pengangkatan bangkai kapal karena sudah ditemukan bangkai kapalnya itu di kedalaman 2,5 meter," ujarnya.
Apa Penyebab Ledakan?
Saat ditanyakan apakah penyebab ledakan dua kapal itu adalah rokok, dia belum bisa memastikan. Alasannya, saat ini polisi masih fokus memulihkan kondisi para korban.
"Ini masih didalami bahwa itu adalah informasi yang didapatkan rekan-rekan kami di lapangan, dari keterangan saksi. Saat ini fokus utamanya adalah penanganan korban," tegasnya.
"Korban masih dirawat mengalami luka bakar, juga mencari satu kapten kapal yang belum ketemu. Hingga juga proses pengangkatan bangkai kapal," pungkasnya.
Kronologi Kejadian
Kebakaran terjadi di dermaga Ancol, Jakarta Utara, pada Sabtu (8/2) malam, yang menyebabkan satu orang kehilangan nyawa.
Menurut laporan dari Antara, selain korban yang meninggal, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mencatat bahwa lima orang lainnya mengalami luka-luka akibat insiden kebakaran yang melibatkan dua unit kapal tersebut.
Informasi mengenai kebakaran tersebut diterima oleh Pemadam Kebakaran Jakarta Utara sekitar pukul 22.00 WIB. Sebagai respons terhadap laporan tersebut, sembilan unit mobil pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi kejadian.
Dari keterangan yang diberikan oleh Gulkarmat DKI, kebakaran disebabkan oleh percikan api yang muncul akibat kesalahan teknis saat proses pengisian bahan bakar minyak (BBM).
Petugas kebakaran mulai melakukan pemadaman pada pukul 22.15 WIB dan berhasil melokalisasi api sekitar pukul 22.25 WIB. Setelah api berhasil dilokalisasi, mereka melanjutkan dengan proses pendinginan untuk mencegah terjadinya kebakaran kembali.