Dua Hal Ini jadi Sorotan Gibran saat Tinjau Lokasi Banjir Sukabumi
Gibran langsung mengecek area jembatan penghubung Desa Simpenan dan Bojong Kopi yang putus. Dia juga menyapa para warga terdampak.
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengunjungi lokasi banjir dan tanah longsor di Pelabuhanratu, Sukabumi, Sabtu (8/3) pagi. Bencana itu terjadi imbas hujan deras yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir pada Kamis (6/3) lalu.
Melalui keterangan resmi Sekretaris Wakil Presiden, Gibran langsung mengecek area jembatan penghubung Desa Simpenan dan Bojong Kopi yang putus. Dia juga menyapa para warga terdampak.
Selanjutnya, Gibran meninjau kawasan terdampak banjir lainnya di Terminal dan Pasar Semi Modern Palabuhanratu, yang luluh lantak akibat terjangan air bah.
Gibran didampingi Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti, kemudian memeriksa langsung permukiman warga, termasuk rumah ibadah seperti masjid dan gereja yang rusak parah.
Di kedua lokasi tersebut, Gibran membagikan paket sembako, alat kebersihan, selimut, serta paket buku dan mainan untuk anak-anak.
Instruksi Gibran
Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti mengatakan, Gibran menekankan perlunya langkah strategis dalam penanganan setelah bencana banjir yang kali ini lebih berat dibandingkan kejadian sebelumnya pada November 2024 lalu. Salah satu fokus utamanya adalah normalisasi sungai melalui pengerukan dan pengurangan sedimentasi guna memperlancar aliran air.
"Bapak Wakil Presiden sangat prihatin terkait dengan hal ini dan beliau menyampaikan pertama masalah sungai itu juga harus dilakukan pengerukan, sedimentasinya. Tadi kami sudah diskusi dengan Pak Bupati (Sukabumi) dan juga nanti (pemerintah) provinsi yang akan melakukan pengerukan terhadap sungai tadi," kata Diana.
Diana melanjutkan, Gibran juga mengimbau agar warga yang terdampak tidak kembali bermukim di daerah sempadan sungai demi menghindari risiko bencana serupa di masa mendatang. Biarkan sungai diperlebar.
"Dengan diperlebar maka jalannya air itu akan lebih leluasa, tidak mengganggu dan nantinya juga tidak berdampak kepada penduduk-penduduk yang diam di situ," ujar Diana.
Dari segi infrastruktur, Diana menyampaikan, Gibran menginstruksikan percepatan perbaikan Jembatan Cidadap yang rusak agar arus transportasi, baik bagi warga maupun distribusi barang, dapat kembali berjalan lancar.
"Sementara ini supaya lebih bermanfaat, bisa difungsionalkan, nanti akan dipasang Jembatan Bailey dulu agar bisa difungsionalkan. Nanti secara permanen akan dilakukan setelah lebaran, akan ada penggantian jembatan tersebut," ujar Diana.
Menurut Diana, upaya relokasi warga yang bermukim di sempadan sungai juga turut menjadi perhatian, mengingat pentingnya mitigasi risiko untuk mencegah dampak bencana serupa di masa mendatang.
"Nah, daerah mencarikan lahannya, mungkin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) itu nanti akan membangunkan rumahnya. Nanti akan dihitung sama Pak Gubernur," tandasnya.
Dampak Banjir
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang ikut mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau jembatan Cidadap yang putus akibat banjir.
Berdasarkan data per 7 Maret 2025, pukul 18.00 WIB BNPB mencatat banjir di kabupaten Sukabumi melanda 12 desa di 9 kecamatan dan menyebabkan sebaran titik longsor pada 30 desa di 22 kecamatan.
"Jembatan Cidadap merupakan salah satu infrastruktur rusak akibat bencana banjir. Jembatan vital ini menghubungkan Desa Cidadap dan Desa Loji. Hingga kini masih tampak beberapa warga yang menurunkan dan menaikkan kendaraan roda dua dengan tali tambang. Para warga turut bergotong royong di titik longsor dengan jembatan yang konstruksi penopangnya amblas akibat tergerus arus banjir," Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Pada kesempatan itu Wapres Gibran dan Kepala BNPB Suharyanto memberikan bantuan simbolis kepada warga setempat. Bantuan BNPB pada kesempatan pertama ini berupa sembako 100 paket, alat kebersihan 50 paket, hygiene kit 50, matras 100 lembar, makanan siap saji 100 paket dan tenda pengungsi 1 unit.
Selain meninjau jembatan putus, Wapres Gibran dan Kepala BNPB juga diagendakan meninjau wilayah terdampak banjir di Sas 2 Kampung Gumelar, Kelurahan Pelabuhan Ratu.
Sebagai informasi, hingga kini pemerintah daerah terus melakukan upaya tanggap darurat. Pencarian dan pertolongan masih dilakukan tim gabungan yang dikoordinasikan oleh Basarnas.
Diketahui, data Jumat (7/3) pukul 18.00 WIB, banjir mengakibatkan 125 KK (229 jiwa) mengungsi dan tanah longsor 32 KK (99 Jiwa). Sedangkan total korban meninggal dunia 3 orang dan hilang 5. Bencana ini juga mengakibatkan sejumlah kerusakan bangunan rumah warga.