Dengarkan Curhatan Korban Banjir Bali, Wapres Gibran: Nanti yang Rusak akan Diperbaiki
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi tempat pengungsian banjir di Banjar Tohpati, Desa Kesiman Kertalangu, Kota Denpasar, Bali
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi tempat pengungsian banjir di Banjar Tohpati, Desa Kesiman Kertalangu, Kota Denpasar, Bali, pada Jumat (12/9). Gibran bersama rombongan juga langsung mendengarkan sejumlah keluhan dan permintaan para pengungsi banjir.
"Kemarin sudah kami himpun keluhan-keluhan dari bapak ibu semua terkait rumah, surat-surat yang hilang, KTP, KK, dan lain-lainnya. Untuk masalah kerusakan-kerusakan rumah, toko, atau apapun itu ini Pak Walikota, dan Pak Wagub (Wakil Gubernur) sudah melakukan assessment. Intinya nanti yang rusak akan diperbaiki," kata Wapres Gibran.
Ia menyebutkan, bahwa seluruh kerusakan saat ini sedang dilakukan assessment dan didata untuk melihat tingkat kerusakan ringan, sedang dan berat.
"Ini sedang dilakukan asesment. Bapak dan ibu yang penting bapak dan ibu tenang semua. Ini nanti akan dibantu oleh pemerintah dibantu oleh kepala-kepala daerah yang ada di sini dan dijaga oleh Pak Kepala BNPB. Jadi bapak-ibu tenang," imbuhnya.
Wapres Gibran juga berpesan kepada para petugas terkait, agar anak-anak yang ikut mengungsi bisa kembali ke sekolah dan mulai belajar pada Senin (15/9) nanti.
"Saya pesan, ini tolong, nanti Senin, ini kalau bisa adik-adik tetap bisa sekolah di hari Senin nanti, kegiatan belajar-mengajar bisa berjalan dengan baik, nanti fasilitas-fasilitas umum harus kita bangun kembali, terutama yang tempat-tempat yang krusial, sekolah, tempat ibadah, pura, dan lain-lainnya," ujarnya.
"Nanti mohon dibantu dan nanti juga tolong pasca bencana ini penyakit-penyakit seperti penyakit kulit dan lain-lain ini mohon diperhatikan dengan benar," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga menitipkan agar anak-anak, lansia hingga bayi yang masih kecil, serta ibu hamil, dan ibu yang masih menyusui yang mungkin berkebutuhan khusus diprioritaskan.
"Yang penting ini bapak-ibu semua tenang. Ini kita sesuai perintah dari Pak Presiden (Prabowo Subianto). Kita diperintah untuk melakukan tindakan-tindakan cepat dan pastikan Pak Kepala BNPB, ini bantuannya bisa tepat sasaran, cepat, dan nanti kita tampung lagi keluhan-keluhan dari bapak-ibu semua," ujarnya.
Sebelumnya, BNPB menyatakan total korban meninggal akibat banjir di Bali bertambah dari 14 orang menjadi 16 orang. Seluruh jenazah korban banjir Bali sudah dievakuasi tim petugas gabungan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan data tersebut diperoleh berdasarkan laporan tim petugas gabungan yang menyatakan satu dari dua korban hilang setelah berhasil ditemukan Kamis (11/9) sore. Sehingga total korban meninggal dunia menjadi 16 orang.
"Satu masih dilaporkan hilang," kata Abdul di Jakarta, Kamis (11/9) malam.