Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyampaikan duka cita mendalam atas bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Utara akhir bulan lalu. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat dapat berjalan optimal bagi para korban. Pemerintah pusat berkomitmen penuh untuk membantu pemulihan wilayah terdampak.
Gibran, didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto dan Wakil Gubernur Sumut Surya, meninjau langsung Posko Darurat Bencana Desa Batu Hula di Kabupaten Tapanuli Selatan. Ia menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo telah meminta percepatan penanganan bencana ini. Fasilitas publik yang rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor juga dijanjikan akan segera diperbaiki.
Bencana yang meliputi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor ini telah menerjang 17 kabupaten/kota di Sumut, menyebabkan ratusan korban jiwa dan puluhan ribu pengungsi. Data terbaru mencatat 307 korban meninggal dunia dan 41.952 warga masih mengungsi akibat musibah tersebut. Wapres Gibran meminta pemerintah daerah memastikan posko bantuan berjalan baik.
Advertisement
Advertisement
Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Utara pada akhir bulan lalu telah menimbulkan dampak yang sangat signifikan. Banjir, banjir bandang, dan tanah longsor menerjang setidaknya 17 kabupaten/kota di provinsi ini. Kondisi ini menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah serta kerugian material yang tidak sedikit bagi masyarakat terdampak.
Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut mencatat angka korban yang memprihatinkan. Hingga Rabu (3/12), sebanyak 307 korban dilaporkan meninggal dunia dan 167 lainnya masih dinyatakan hilang. Selain itu, lebih dari 41.952 warga terpaksa mengungsi ke posko-posko darurat demi keselamatan mereka.
Wilayah yang terdampak meliputi Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, Humbang Hasudutan, Padangsidempuan, Pakpak Bharat, Mandailing Natal, Medan, Binjai, Langkat, Deli Serdang, Nias, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Asahan, dan Batu Bara. Skala bencana ini memerlukan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah untuk penanganan yang efektif.
Advertisement
Advertisement
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam Penanganan Bencana Sumatera Utara. Ia menyatakan bahwa pemerintah akan membantu penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor ini. Tujuannya agar wilayah terdampak bisa segera pulih seperti semula.
Dalam kunjungannya, Gibran menyampaikan pesan langsung dari Presiden Joko Widodo untuk mempercepat proses penanganan. "Saya ingin menyampaikan duka cita yang mendalam untuk korban bencana. Saya dan pak wamen diminta Pak Presiden untuk mempercepat penanganan bencana ini," kata Gibran di Posko Darurat Bencana Desa Batu Hula. Komitmen ini mencakup segala aspek, mulai dari evakuasi hingga rehabilitasi.
Selain itu, Wapres Gibran juga menjanjikan perbaikan fasilitas publik yang hancur diterpa bencana. Jalan dan jembatan yang rusak di Desa Garoga, Batang Toru, Tapanuli Selatan, menjadi salah satu fokus utama. Pemerintah juga menyerahkan bantuan berupa makanan, mainan anak-anak, dan keperluan pengungsi lainnya guna meringankan beban korban.
Advertisement
Advertisement
Wapres Gibran tidak hanya menyampaikan janji, tetapi juga melakukan tinjauan langsung ke lokasi terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan. Ia mengunjungi dua titik utama, yaitu Posko Darurat Bencana Desa Batu Hula dan lokasi jalan serta jembatan yang rusak di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru. Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dari kunjungan ini.
Di Posko Darurat Bencana Desa Batu Hula, Gibran dengan ramah menyapa para pengungsi yang berada di sana. Posko ini merupakan salah satu yang terbesar di Batang Toru, menampung sekitar 1.300 orang dari lima desa yang kehilangan tempat tinggal sementara. Kehadiran Wapres diharapkan dapat memberikan semangat dan harapan baru bagi mereka.
Gibran juga menekankan pentingnya peran pemerintah kabupaten dalam mengelola situasi darurat ini. "Saya meminta kepada pemerintah kabupaten untuk memastikan posko bantuan serta pengungsi dapat berjalan dengan baik," tegas Gibran. Hal ini menunjukkan fokus pada koordinasi yang efektif untuk Penanganan Bencana Sumatera Utara secara menyeluruh.
Advertisement
Sumber: AntaraNews