Gibran Pastikan Perlindungan dan Percepatan Pemulihan Korban Banjir Banjar
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkomitmen penuh terhadap penanganan banjir Banjar, menjamin perlindungan maksimal bagi kelompok rentan dan percepatan pemulihan pasca-bencana di Kalimantan Selatan.
Gibran Pastikan Perlindungan dan Percepatan Pemulihan Korban Banjir Banjar
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Kamis (08/01) menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi dan mempercepat upaya pemulihan bagi seluruh korban banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal.
Dalam kunjungannya ke posko pengungsian di Puskesmas Sungai Tabuk, Gibran menekankan pentingnya memberikan perlindungan maksimal bagi kelompok rentan. Ia juga memastikan layanan dasar berjalan optimal bagi seluruh pengungsi.
Perhatian khusus diberikan kepada lansia, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta penyandang disabilitas yang terdampak bencana. Pemerintah berupaya keras agar kebutuhan mereka terpenuhi dengan baik selama masa darurat ini.
Perlindungan Kelompok Rentan dan Layanan Esensial
Gibran secara spesifik menggarisbawahi perlunya perhatian ekstra terhadap kelompok rentan di posko pengungsian. Ini termasuk memastikan ketersediaan makanan bergizi dan layanan kesehatan yang memadai.
Ia menginstruksikan agar dapur umum menyediakan makanan tiga kali sehari dan pos kesehatan beroperasi 24 jam penuh. Langkah ini krusial untuk menjaga kondisi fisik para pengungsi.
Selain itu, Wakil Presiden juga meminta agar pasokan obat-obatan, air bersih, sanitasi, dan fasilitas pendukung lainnya tetap terjaga dengan baik. Hal ini penting untuk mencegah timbulnya wabah penyakit akibat genangan banjir yang berkepanjangan.
Komitmen Pemerintah Pusat dan Dampak Bencana
Wakil Presiden Gibran menegaskan bahwa pemerintah pusat berkomitmen penuh untuk mempercepat upaya tanggap darurat dan pemulihan wilayah yang terdampak. Bantuan akan terus disalurkan untuk meringankan beban korban.
Ia secara langsung meyakinkan para korban bahwa pemerintah akan memperbaiki rumah-rumah yang rusak akibat banjir Banjar. Ini menjadi bagian dari upaya rehabilitasi pasca-bencana yang komprehensif.
Berdasarkan data awal, banjir di Banjar telah melanda 9 kecamatan dan 121 desa, dengan 23.133 rumah terdampak. Sebanyak 13.732 rumah di antaranya masih terendam air, menunjukkan skala kerusakan yang signifikan.
Bencana ini memengaruhi 42.082 kepala keluarga atau 118.151 jiwa. Di antara mereka terdapat 371 ibu hamil, 687 bayi, 2.145 balita, 4.356 anak-anak, 3.944 lansia, dan 366 penyandang disabilitas yang memerlukan perhatian khusus.
Interaksi Langsung dan Peninjauan Lapangan
Selama kunjungannya, Gibran berinteraksi langsung dengan warga, mendengarkan keluhan dan kebutuhan mereka selama berada di tempat penampungan. Pendekatan personal ini penting untuk memahami situasi di lapangan.
Ia juga meninjau langsung dapur umum untuk memastikan penyediaan makanan bagi para korban berjalan lancar dan mencukupi. Ketersediaan pangan adalah prioritas utama dalam situasi darurat.
Tidak hanya itu, Wakil Presiden juga memeriksa kondisi rumah-rumah yang terdampak banjir secara langsung. Peninjauan ini memberikan gambaran nyata mengenai kerusakan dan kebutuhan rehabilitasi.
Sumber: AntaraNews