Tinjau Longsor Cisarua, Wapres Gibran Titip Perhatian Khusus untuk Pengungsi Lansia hingga Difabel
Ia meninjau kondisi warga terdampak di posko, usai meninjau lokasi longsor di Desa Pasir Kuning.
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengunjungi posko pengungsian bencana longsor di kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Minggu (25/1).
Ia meninjau kondisi warga terdampak di posko, usai meninjau lokasi longsor di Desa Pasir Kuning.
Kunjungannya tersebut didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran membuka dialog langsung dengan beberapa pengungsi, menanyakan kondisi mereka.
Tak lupa ia pun berpesan agar perhatian penuh oleh pemerintah setempat betul-betul dicurahkan kepada para penyintas bencana tersebut. Terutama untuk kelompok rawan, seperti anak-anak, lansia, ibu menyusui, hingga difabel.
“Saya titip pak yang di ruangan tadi, yang di ruangan ini, mohon, terutama lansia, anak-anak, ibu menyusui, kaum difabel, mohon diberikan atensi khusus, makan tiga kali sehari, kalau sakit segera ditangani,” ucap Gibran.
Di sisi lain ia juga menekankan agar bantuan yang diberikan pemerintah bisa dipastikan tersalur dengan tepat sasaran.
Relokasi Warga Segera Disosialisasikan
Dalam kesempatan itu, Gibran juga menyinggung wacana relokasi warga terdampak longsor agar segera disosialisasikan secara jelas kepada masyarakat.
Ia menyarankan bila memungkinkan, lokasinya kelak agar tidak terlalu jauh dari tempat asal dan tempat warga mencari nafkah.
“Kalau bisa tidak terlalu jauh dari tempat asal, tidak terlalu jauh dari mata pencaharian,” ujar Gibran.
Insiden longsor di Kecamatan Cisarua sendiri terjadi pada Sabtu (24/1) dini hari dan melanda wilayah RT 05 RW 11 Kampung Pasir Kuning. Sedikitnya ada 30 rumah warga yang tertimbun material longsor dengan 113 jiwa atau 34 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung.
Pencarian telah langsung dimulai oleh Tim SAR gabungan sejak hari pertama, melibatkan sejumlah instansi mulai Basarnas, Polri, TNI, hingga relawan. Pencarian hari pertama dihentikan menjelang petang dengan memperhatikan faktor cuaca.
Operasi SAR hari kedua dimulai pada Minggu, sekitar pukul 07.00 WIB. Berdasarkan informasi terbaru yang dihimpun, ada 11 ditemukan dalam kondisi meninggal, 23 orang ditemukan selamat, dan 79 orang masih dalam pencarian.