Gubernur Jabar Siapkan Bantuan Rp10 Juta per KK untuk Pengungsi Longsor Cisarua Bandung Barat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan Bantuan Pengungsi Longsor Cisarua sebesar Rp10 juta per Kepala Keluarga (KK) untuk biaya kontrak tempat tinggal sementara dan kebutuhan dasar selama dua bulan, guna mencegah tekanan psikologis dan mempercepat pe

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Jabar Siapkan Bantuan Rp10 Juta per KK untuk Pengungsi Longsor Cisarua Bandung Barat
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan Bantuan Pengungsi Longsor Cisarua sebesar Rp10 juta per Kepala Keluarga (KK) untuk biaya kontrak tempat tinggal sementara dan kebutuhan dasar selama dua bulan, guna mencegah tekanan psikologis dan mempercepat pe (AntaraNews)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan bantuan signifikan bagi para korban bencana longsor di lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Bantuan ini berupa dana sebesar Rp10 juta per Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dan mengungsi. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan para penyintas memiliki tempat tinggal sementara yang layak serta memenuhi kebutuhan pokok mereka dalam dua bulan ke depan.

Langkah cepat ini diambil untuk meminimalisir dampak psikologis yang mungkin dialami para pengungsi jika terlalu lama berada di posko penampungan. Dedi Mulyadi menekankan pentingnya lingkungan yang stabil bagi korban bencana untuk memulai proses pemulihan. Oleh karena itu, bantuan ini diharapkan dapat segera dimanfaatkan untuk mencari kontrakan atau tempat tinggal sementara.

Penyaluran bantuan ini juga menjadi fokus utama pemerintah provinsi agar penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif. Dengan kebutuhan dasar pengungsi yang terjamin, tim penanggulangan bencana dapat lebih berkonsentrasi pada upaya pencarian warga yang masih tertimbun material longsor serta proses pemulihan infrastruktur pascabencana. Ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap situasi darurat yang terjadi.

Fokus Penanganan dan Pemulihan Bencana Longsor Cisarua

Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa bantuan Rp10 juta per KK ini diharapkan dapat menjamin kebutuhan dasar korban longsor. Hal ini memungkinkan pemerintah untuk lebih fokus pada proses pencarian warga yang masih tertimbun material longsor serta pemulihan pascabencana secara menyeluruh. Prioritas utama saat ini adalah menemukan korban yang hilang dan memastikan area terdampak aman untuk pemulihan.

Hingga Sabtu, 24 Januari 2026, enam orang korban telah berhasil ditemukan dari timbunan longsor. Upaya pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan dengan harapan dapat menemukan korban lainnya. Koordinasi antarlembaga terus diperkuat untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban.

Dedi Mulyadi telah menginstruksikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman untuk segera menyiapkan alokasi anggaran bantuan tersebut. Percepatan birokrasi diharapkan dapat memastikan dana tersebut segera sampai ke tangan para pengungsi. Proses ini menjadi krusial untuk mendukung kelangsungan hidup mereka pascabencana.

Dampak Longsor dan Upaya Penyelamatan di Bandung Barat

Bencana longsor yang melanda kawasan lereng Gunung Burangrang terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026. Peristiwa ini berdampak serius pada dua wilayah, yakni Kampung Pasir Kuning RT 06 RW 11 dan Kampung Pasir Kuda RT 01 RW 10 di Kecamatan Cisarua. Material longsoran menimbun sejumlah rumah dan menyebabkan kerugian besar bagi warga setempat.

Berdasarkan data terbaru dari Posko Kantor Desa Pasirlangu hingga pukul 14.00 WIB, sekitar 30 unit rumah tertimbun material longsoran. Dampak bencana ini sangat luas, menyebabkan 113 jiwa dari 34 kepala keluarga terdampak langsung. Kondisi ini memerlukan penanganan yang cepat dan terkoordinasi dari berbagai pihak.

Dalam insiden ini, lima orang ditemukan meninggal dunia dan 23 orang berhasil selamat dari timbunan longsor. Namun, sebanyak 85 warga lainnya masih dalam pencarian, menunjukkan skala bencana yang cukup besar. Tim SAR dan relawan terus bekerja keras di lapangan untuk menemukan korban yang hilang di tengah kondisi medan yang sulit.

Antisipasi Tekanan Psikologis Pengungsi Longsor Cisarua

Gubernur Dedi Mulyadi menyoroti potensi tekanan psikologis yang bisa dialami para pengungsi jika mereka terlalu lama berada di posko pengungsian. Lingkungan posko yang serba terbatas dan ketidakpastian masa depan dapat memicu stres dan masalah kesehatan mental. Oleh karena itu, penyediaan bantuan untuk kontrak tempat tinggal sementara menjadi prioritas.

“Kalau di sini tambah stres jadi penyakit,” kata Dedi, menggambarkan kekhawatirannya terhadap kondisi mental para penyintas. Dengan adanya dana Rp10 juta per KK, diharapkan pengungsi dapat segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih nyaman dan privat. Ini akan membantu mereka untuk beradaptasi dan memulai kembali kehidupan mereka dengan lebih tenang.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya memberikan dukungan komprehensif, tidak hanya dalam bentuk materiil tetapi juga perhatian terhadap kesejahteraan emosional korban. Bantuan Pengungsi Longsor Cisarua ini merupakan bagian dari strategi mitigasi dampak bencana yang lebih luas, memastikan pemulihan fisik dan mental berjalan seiring.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi