23 Warga Selamat Longsor Cisarua Direlokasi ke Kantor Desa, Wabup Pastikan Penanganan Darurat

Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail memastikan 23 warga selamat dari bencana Relokasi Korban Longsor Cisarua telah diungsikan ke kantor desa, langkah cepat tangani darurat dan antisipasi longsor susulan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
23 Warga Selamat Longsor Cisarua Direlokasi ke Kantor Desa, Wabup Pastikan Penanganan Darurat
Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail memastikan 23 warga selamat dari bencana Relokasi Korban Longsor Cisarua telah diungsikan ke kantor desa, langkah cepat tangani darurat dan antisipasi longsor susulan. (AntaraNews)

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, mengonfirmasi bahwa 23 warga yang berhasil selamat dari bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, telah dipindahkan sementara. Relokasi ini dilakukan ke kantor desa setempat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi longsor susulan akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Keputusan ini diambil untuk menjamin keselamatan warga di tengah situasi darurat yang sedang berlangsung.

Bencana tanah longsor ini menimpa Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hampir seluruh rumah warga di kedua kampung tersebut dilaporkan tertimbun material longsoran. Hingga Minggu (24/1) pukul 13.00 WIB, delapan korban tewas telah ditemukan, sementara pencarian masih terus dilakukan.

Relokasi darurat ini merupakan bagian dari upaya cepat tanggap pemerintah daerah dalam menghadapi bencana alam. Pihak berwenang terus berkoordinasi dengan berbagai lembaga untuk memastikan penanganan yang komprehensif. Kebutuhan dasar para pengungsi juga mulai dipenuhi secara bertahap di lokasi penampungan sementara.

Penanganan Darurat dan Relokasi Cepat Korban Longsor Cisarua

Wakil Bupati Asep Ismail menegaskan bahwa relokasi warga merupakan prioritas utama untuk menjamin keselamatan mereka. "Untuk sementara warga yang diungsikan saya arahkan ke pihak kecamatan, agar segera direlokasi dulu ke Desa Pasirlangu," jelasnya di Bandung Barat, Sabtu. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap kondisi darurat di lokasi bencana.

Koordinasi intensif terus dilakukan antara pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta relawan. Upaya ini mencakup pemantauan kondisi tanah dan cuaca di sekitar area longsor untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Pemantauan ini krusial untuk memastikan keamanan warga dan tim evakuasi.

Kondisi pengungsian di kantor desa Pasirlangu dilaporkan masih memadai untuk menampung seluruh warga terdampak. "Barusan saya lihat, Alhamdulillah, masih dalam kondisi tertampung dan masih memungkinkan untuk tetap berada di desa," ucap Wabup Asep. Kebutuhan dasar para pengungsi seperti makanan dan logistik lainnya juga dipastikan akan terpenuhi secara bertahap.

Dampak Longsor Cisarua dan Upaya Pencarian Korban Hilang

Bencana longsor yang terjadi di Cisarua ini menyebabkan kerusakan parah, menimbun hampir seluruh rumah warga di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda RT 05 RW 11. Wabup Asep Ismail menyatakan keprihatinannya, "Iya, hampir semuanya tertimbun. Mudah-mudahan longsoran tidak terus berlanjut." Situasi di lokasi masih sangat rawan dan memerlukan kewaspadaan tinggi.

Hingga hari Minggu (24/1) pukul 13.00 WIB, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan delapan korban tewas akibat bencana ini. Namun, jumlah korban yang belum ditemukan masih cukup banyak, menunjukkan skala kerusakan yang signifikan. Upaya pencarian terus diintensifkan dengan melibatkan berbagai pihak.

Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, mengungkapkan bahwa pendataan dan pencarian terhadap warga yang diduga terdampak longsor masih berlangsung. "Sesuai data sementara hingga saat ini, jumlah jiwa yang belum ditemukan atau belum terlacak keberadaannya sekitar 111 jiwa dari 34 Kepala Keluarga (KK)," jelasnya. Sementara itu, 23 orang telah ditemukan selamat dan sisanya masih dalam proses pencarian.

Kebutuhan Mendesak Pasca Longsor Cisarua dan Harapan Bantuan

Pasca-bencana, kebutuhan paling mendesak yang dihadapi adalah penanganan darurat, terutama terkait dukungan anggaran kebencanaan di awal tahun. Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menekankan pentingnya alokasi dana untuk mempercepat proses pemulihan dan penanganan korban. Dukungan finansial sangat krusial untuk operasional di lapangan.

Selain anggaran, pihak desa juga sangat mengharapkan adanya bantuan dari berbagai pihak, khususnya dalam bentuk sembako. Bantuan ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga terdampak bencana yang kini berada di pengungsian. Solidaritas dari masyarakat luas dan lembaga swadaya masyarakat sangat diharapkan.

Proses pemulihan pasca-longsor akan membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit. Koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta menjadi kunci dalam memastikan semua korban mendapatkan penanganan yang layak. Relokasi Korban Longsor Cisarua adalah langkah awal, namun dukungan jangka panjang juga sangat dibutuhkan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi