Wapres Gibran Tinjau Pendidikan Pascabanjir Aceh Tamiang, Pastikan Pemulihan Cepat

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung SMPN 1 Karang Baru, Aceh Tamiang, untuk memastikan pemulihan pendidikan pascabanjir dan percepatan bantuan sarana prasarana. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan hak anak ata

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wapres Gibran Tinjau Pendidikan Pascabanjir Aceh Tamiang, Pastikan Pemulihan Cepat
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung SMPN 1 Karang Baru di Aceh Tamiang, Aceh, untuk memastikan percepatan pemulihan pendidikan pascabanjir. (AntaraNews)

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Jumat, 30 Januari 2026. Kunjungan ini berfokus pada peninjauan SMP Negeri 1 Karang Baru yang terdampak parah oleh banjir bandang.

Tujuan utama peninjauan tersebut adalah untuk memastikan proses pemulihan sarana pendidikan dan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan hak anak memperoleh pendidikan tetap terpenuhi pascabencana.

Banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas sekolah. Kondisi ini sempat mengganggu aktivitas belajar mengajar bagi ratusan siswa dan tenaga pendidik.

Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu meninggalkan kerusakan signifikan. Hampir seluruh fasilitas utama SMPN 1 Karang Baru mengalami kerusakan serius, termasuk ruang kelas, UKS, laboratorium, mushalla, ruang guru, ruang kepala sekolah, serta ruang administrasi.

Seluruh meja, kursi, dan papan tulis juga rusak parah dan hingga kini belum tersedia kembali, membuat kegiatan belajar mengajar terganggu. Dari total 698 siswa, sebanyak 665 siswa terdampak banjir, dan 67 dari 71 guru serta staf juga merasakan dampak bencana.

Sebagai langkah awal pemulihan, proses belajar mengajar sempat dilaksanakan secara komunal dengan menggabungkan siswa dari tiga jenjang kelas di beberapa ruang yang masih dapat digunakan. Seiring dengan perbaikan kondisi, sejak 28 Januari 2026, pembelajaran telah dialihkan ke sembilan ruang kelas dengan pengaturan penggabungan siswa secara bertahap dan penyesuaian jadwal mengajar oleh masing-masing guru.

Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan hak anak memperoleh pendidikan tetap terpenuhi. Kunjungan ini juga bertujuan mendorong percepatan pemulihan sarana dan prasarana pendidikan pascabencana di Aceh Tamiang.

Dalam peninjauannya, Wapres Gibran menyerap berbagai kebutuhan mendesak yang diperlukan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Kebutuhan tersebut antara lain ketersediaan papan tulis, meja, dan kursi baru bagi siswa.

Selain itu, perangkat pembelajaran seperti laptop dan seragam dinas bagi guru juga menjadi perhatian. Perangkat administrasi sekolah berupa komputer dan printer turut menjadi daftar kebutuhan mendesak yang disampaikan kepada Wapres.

Sebelum meninggalkan sekolah, Wakil Presiden Gibran menyampaikan komitmennya untuk mempercepat pengadaan bantuan. Ia akan memerintahkan agar pengadaan mebeler, termasuk meja, kursi, dan papan tulis, dipercepat.

Kepala SMPN 1 Karang Baru, Edi Wahyudi, mengonfirmasi janji Wapres tersebut. “Mas Wapres akan mengadakan percepatan pengadaan mebeler (meja, kursi, dan papan) di sekolah kami,” kata Edi Wahyudi.

Edi Wahyudi juga menuturkan bahwa Wapres Gibran akan mengoordinasikan proses pemulihan bangunan sekolah secara maksimal. “Mas Wapres akan mengoordinasikan proses pemulihan secara maksimal,” ungkap Edi.

Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pemulihan sektor pendidikan berjalan selaras dengan penanganan dampak bencana. Diharapkan, aktivitas belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi