Ditanya soal Usulan Menkes Dicopot, Istana: Itu Bagian dari Evaluasi
Salah satunya usulan pencopotan Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan (Menkes).
Menteri Sekretaris Negara (Menseneg) Prasetyo Hadi memastikan, pemerintah mendengarkan setiap aspirasi dari masyarakat. Salah satunya usulan pencopotan Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan (Menkes).
Dia mengklaim, usulan tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi bagi pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto.
"Nah itu bagian dari evaluasi-evaluasi kita tentu mendengarkan aspirasi dari masyarakat, terutama masyarakat kedokteran, teman-teman dokter kan adalah individu-individu atau insan-insan pilihan," kata Prasetyo, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (23/5).
Prasetyo Hadi pun mengapresiasi usulan tersebut. Sebab, masukan itu berdasarkan dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang.
Lebih lanjut, dia menegaskan pihaknya akan mempelajari betul usulan untuk mengevaluasi Budi. Serta berusaha untuk mencari jalan keluarnya.
"Bahwa ada catatan-catatan mungkin dalam proses-prosesnya yang harus diperbaiki, nah itu ya mari kita komunikasikan, kita perbaiki bersama-sama," ujarnya.
"Tapi yang penting jangan mengganggu pelayanan publik, terutama dalam hal pelayanan kesehatan," imbuh dia.
Didesak Dicopot
Diberitakan sebelumnya, Direktur Riset Trust Indonesia, Ahmad Fadhli menilai, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin sudah layak dievaluasi usai deretan pernyataan kontroversialnya belakangan ini.
Fadhli melihat, simpati dan empati publik terhadap sosok Budi saat ini memang tengah jeblok-jebloknya. Sebab, dalam perkembangan dua minggu terakhir, blunder komunikasi yang berakibat pada pemberitaan negatif Menkes Budi, ramai dipublikasi media.
"Pemberitaan negatif tersebut otomatis membangun kekecewaan dan kemarahan publik. Misalnya terkait sindiran gaji Rp5 juta dan ukuran lingkar pinggang. Dua pernyataan Menkes Budi tersebut sungguh menyakiti rakyat kecil," kata Fadhli.
Terlebih, pada saat bersamaan, belum banyak inovasi atau terobosan yang dilakukan Budi. Selain program nasional pemeriksaan kesehatan gratis, Budi belum memiliki dan menawarkan program-program kesehatan negara yang berdampak pada kesejahteraan rakyat banyak.
"Dengan demikian, Menkes Budi memang layak masuk radar Menteri yang harus direshuffle. Sebab yang bersangkutan lebih banyak berita negatifnya ketimbang kinerja positif yang dilakukannya," imbuhnya.