Disnak Nabire Kerahkan 26 Petugas Jamin Kesehatan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Dinas Peternakan Nabire menerjunkan 26 petugas untuk memastikan Kesehatan Hewan Kurban menjelang Idul Adha 1447 H, guna menjamin daging kurban aman dikonsumsi masyarakat.
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Peternakan Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mengambil langkah proaktif untuk menjamin kesehatan hewan kurban. Sebanyak 26 petugas khusus telah dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hewan-hewan yang akan disembelih.
Pemeriksaan ini dilakukan di berbagai masjid di wilayah Nabire, baik sebelum maupun sesudah proses penyembelihan, demi memastikan setiap hewan memenuhi syarat kelayakan. Langkah ini bertujuan utama untuk melindungi masyarakat dari risiko kesehatan akibat konsumsi daging yang tidak layak.
Kepala Dinas Peternakan Nabire, drh. I Dewi Ayu Dwita, menjelaskan bahwa tim akan bekerja secara intensif pada H-1 Idul Adha, fokus pada pemeriksaan kondisi fisik hewan secara langsung di lokasi. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan.
Prosedur Komprehensif Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban
Petugas Dinas Peternakan Nabire melaksanakan dua tahap pemeriksaan penting untuk memastikan Kesehatan Hewan Kurban. Tahap pertama adalah pemeriksaan ante-mortem, yang dilakukan sebelum hewan disembelih.
Pemeriksaan ante-mortem ini mencakup pengecekan suhu tubuh, kondisi mata, mulut, kulit, serta identifikasi tanda-tanda penyakit menular yang mungkin ada. Tujuannya adalah memastikan hewan dalam keadaan sehat dan layak untuk dikurbankan sesuai syariat.
Setelah proses penyembelihan, petugas melanjutkan dengan pemeriksaan post-mortem terhadap organ dalam hewan kurban. Pemeriksaan ini krusial untuk mendeteksi adanya indikasi kelainan atau infeksi penyakit pada bagian organ dalam.
Seluruh petugas telah dibekali pelatihan memadai untuk mengenali berbagai tanda penyakit, baik pada pemeriksaan ante-mortem maupun post-mortem. Hal ini menjamin bahwa setiap penemuan anomali dapat diidentifikasi dan ditangani dengan tepat.
Penanganan Hewan Tidak Sehat dan Tantangan di Lapangan
Apabila ditemukan hewan kurban yang tidak sehat, petugas akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait dan dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut. Penanganan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit yang terdeteksi.
Hewan dengan penyakit ringan mungkin masih dapat dikonsumsi dagingnya setelah penanganan khusus, namun jika penyakitnya tergolong berat dan berbahaya, hewan tersebut harus dimusnahkan dan tidak boleh dikonsumsi. Kebijakan ini demi menjaga Kesehatan Hewan Kurban dan masyarakat.
drh. I Dewi Ayu Dwita mengakui bahwa pengerahan puluhan petugas ini dilakukan karena Kabupaten Nabire masih menghadapi keterbatasan jumlah dokter hewan. Oleh karena itu, dinas memaksimalkan tenaga yang ada untuk memastikan cakupan pemeriksaan yang optimal.
Dinas Peternakan Nabire juga mengimbau kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk berperan aktif memastikan hewan kurban yang dibeli dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat. Data sementara menunjukkan perkiraan lebih dari 300 ekor hewan kurban, sebagian besar sapi, akan disembelih di Nabire, dengan sebagian didatangkan dari Kabupaten Waropen karena penurunan populasi sapi lokal.
Sumber: AntaraNews