Disdikbud Kalsel Prioritaskan Perbaikan Sekolah Terdampak Banjir di Tahun 2026
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) fokus pada identifikasi dan perbaikan sekolah terdampak banjir, menjadikan **perbaikan sekolah terdampak banjir Kalsel** sebagai prioritas utama di tahun 2026.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) tengah melakukan identifikasi menyeluruh terhadap sekolah yang terdampak banjir. Upaya ini mencakup jenjang SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, di berbagai wilayah provinsi tersebut.
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, menyatakan bahwa pendataan masih berlangsung, khususnya untuk sekolah swasta. Hingga saat ini, sekitar 20 sekolah negeri telah teridentifikasi terdampak banjir.
Identifikasi ini dilakukan menyusul banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, dengan data terbaru disampaikan pada Jumat (9/1/2026). Banjir telah memengaruhi proses belajar mengajar secara signifikan di beberapa daerah.
Fokus Identifikasi dan Dampak Banjir
Disdikbud Kalsel secara aktif mengidentifikasi sekolah-sekolah yang terkena dampak banjir di seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Proses pendataan ini penting untuk memastikan semua institusi pendidikan, termasuk sekolah swasta, terdata dengan akurat. Tantri Narindra menekankan pentingnya data lengkap untuk perencanaan tindak lanjut.
Banjir telah menimbulkan dampak serius terhadap fasilitas pendidikan dan kelancaran proses belajar mengajar. Salah satu contoh nyata terlihat di SMAN 3 Martapura, di mana akses masuk sekolah sempat terendam air setinggi 50 hingga 75 sentimeter. Kondisi ini tentu menghambat aktivitas normal di lingkungan sekolah.
Meskipun demikian, langkah-langkah pengamanan dini telah dilakukan untuk meminimalkan kerusakan sarana dan prasarana. Pihak sekolah, dengan dukungan Disdikbud Kalsel, berhasil mengamankan aset penting seperti meja dan kursi dari genangan air. Ini menunjukkan kesigapan dalam menghadapi bencana.
Prioritas Perbaikan dan Sebaran Lokasi
Perbaikan sekolah terdampak banjir Kalsel menjadi fokus utama Disdikbud Kalsel pada tahun anggaran 2026. Prioritas ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk segera memulihkan fasilitas pendidikan yang rusak. Saat ini, mereka sedang dalam tahap penghitungan tingkat kerusakan dan estimasi anggaran yang dibutuhkan.
Data Disdikbud Kalsel menunjukkan bahwa sekolah yang terdampak banjir tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Daerah-daerah tersebut meliputi Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Laut. Variasi dampak banjir sangat beragam, mulai dari genangan ringan hingga air masuk ke dalam ruang kelas dan praktik.
Beberapa sekolah yang teridentifikasi terdampak antara lain SLB Negeri 1 Amuntai, SMAN 3 Martapura, SMAN 1 Mataraman, SMAN 1 Aluh-Aluh, SMAN 1 Beruntung Baru, SMAN 1 Gambut, SMK Sungai Tabuk, SMK Kertak Hanyar, dan SMK NU Ma’arif. Selain itu, SMAN 13 Banjarmasin, SMAN 1 Jejangkit, SMAN 1 Mandastana, serta SMK Harapan Bangsa juga turut merasakan dampak banjir.
Namun, tidak semua wilayah di Kalsel terdampak. Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Tanah Bumbu, Kotabaru, dan Kota Banjarbaru dilaporkan tidak memiliki sekolah yang terdampak banjir. Informasi ini penting untuk memfokuskan upaya perbaikan sekolah terdampak banjir Kalsel pada area yang benar-benar membutuhkan.
Strategi Pembelajaran di Tengah Bencana
Selama periode banjir, Disdikbud Kalsel tetap memastikan proses belajar mengajar terus berjalan dengan adaptasi. Mereka mendorong penerapan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring bagi siswa. Kebijakan ini diambil mengingat banyak rumah siswa juga terendam banjir, sehingga menyulitkan mereka untuk datang ke sekolah.
Penerapan PJJ bertujuan agar anak-anak tidak kehilangan kesempatan belajar meskipun dalam kondisi darurat. Disdikbud Kalsel juga memberikan relaksasi khusus kepada sekolah, guru, dan peserta didik terkait absensi. Fleksibilitas ini diharapkan dapat mengurangi beban psikologis dan akademis yang dialami siswa dan pengajar.
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, menyampaikan harapannya agar masyarakat turut mendukung percepatan surutnya banjir. Dengan demikian, aktivitas belajar mengajar di sekolah dapat segera kembali normal. Upaya kolaboratif sangat dibutuhkan untuk mengatasi situasi ini.
Sumber: AntaraNews