Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menghadapi tantangan serius akibat fenomena rob atau air pasang tinggi yang diperparah oleh intensitas hujan deras dan kiriman air dari hulu. Kondisi ini telah menyebabkan puluhan sekolah di berbagai kecamatan terendam banjir, mengganggu aktivitas belajar mengajar di awal semester genap tahun pelajaran 2025/2026. Pemerintah Kota Banjarmasin bergerak cepat merespons situasi ini dengan mengeluarkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) serta opsi pembelajaran alternatif lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, pada Selasa (06/01), menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memastikan proses pendidikan tetap berlangsung tanpa mengabaikan keselamatan dan kenyamanan siswa serta guru. Surat edaran resmi telah diterbitkan untuk memandu sekolah-sekolah dalam menerapkan metode pembelajaran yang paling sesuai dengan kondisi lapangan. Pilihan yang diberikan mencakup PJJ penuh, pembelajaran luring terbatas, atau bentuk pembelajaran alternatif lain yang relevan.
Dampak rob yang terjadi sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya merendam lingkungan sekolah, tetapi juga beberapa ruang kelas dan kantor guru, terutama di wilayah yang berada di bantaran sungai atau minim drainase. Kebijakan ini juga memberikan toleransi kehadiran bagi siswa yang rumahnya terdampak banjir, memastikan tidak ada sanksi akademik yang dikenakan. Langkah proaktif ini diharapkan dapat meminimalkan gangguan terhadap pendidikan di tengah bencana alam.
Advertisement
Advertisement
Dampak Rob dan Kebijakan Pembelajaran Alternatif
Fenomena rob yang melanda Banjarmasin telah menyebabkan banyak sekolah tergenang air dengan ketinggian bervariasi, bahkan hingga masuk ke dalam ruang kelas dan kantor guru. Kondisi ini diperburuk oleh kiriman air dari hulu serta intensitas hujan tinggi, menciptakan situasi darurat bagi fasilitas pendidikan. Puluhan sekolah terdampak rob Banjarmasin, memaksa pihak berwenang untuk mengambil tindakan cepat demi kelangsungan pendidikan.
Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin telah mengeluarkan surat edaran yang memberikan fleksibilitas bagi sekolah-sekolah untuk memilih metode pembelajaran. Pilihan yang tersedia meliputi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), pembelajaran luring terbatas, atau alternatif lain yang disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Kebijakan ini dirancang agar kegiatan belajar mengajar tetap efektif meskipun lingkungan fisik sekolah tidak memungkinkan untuk aktivitas tatap muka normal.
Selain itu, kebijakan ini juga mencakup toleransi kehadiran bagi siswa yang tempat tinggalnya terdampak banjir. Siswa yang rumahnya terendam diberikan kelonggaran tanpa dikenakan sanksi akademik, menunjukkan empati pemerintah terhadap kondisi sulit yang dihadapi masyarakat. Langkah ini penting untuk menjaga semangat belajar siswa dan mengurangi beban psikologis yang mungkin mereka alami akibat bencana.
Advertisement
Advertisement
Pendataan dan Bantuan untuk Fasilitas Sekolah
Saat ini, proses pendataan terhadap sekolah-sekolah yang terdampak rob sedang gencar dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. Pendataan ini tidak hanya mencakup jumlah sekolah yang tergenang, tetapi juga fasilitas-fasilitas yang mengalami kerusakan akibat banjir. Data yang akurat sangat krusial sebagai dasar untuk penyaluran bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, menegaskan bahwa data ini juga akan menjadi bahan evaluasi penting untuk pengembangan sarana dan prasarana pendidikan di masa mendatang. Fokus evaluasi akan diarahkan pada sekolah-sekolah yang berlokasi di bantaran sungai atau yang memiliki sistem drainase kurang memadai. Tujuannya adalah untuk membangun infrastruktur pendidikan yang lebih tangguh dan tahan terhadap bencana hidrometeorologi seperti rob.
Pihak dinas meminta para guru untuk aktif mengisi Google Form yang telah disediakan guna melaporkan kondisi terkini sekolah mereka. Hal ini memastikan bahwa data yang dikumpulkan bersifat dinamis dan mencerminkan perubahan kondisi di lapangan, mengingat genangan banjir bisa surut pasang. Partisipasi aktif dari pihak sekolah sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pendataan dan penyaluran bantuan.
Advertisement
Advertisement
Sebaran Sekolah Terdampak Rob di Banjarmasin
Data sementara menunjukkan bahwa sekitar 5 TK/PAUD, 26 SD, dan 19 SMP di Banjarmasin telah terdampak rob. Kondisi genangan banjir di sekolah-sekolah ini bervariasi, mulai dari ketinggian sedang hingga genangan yang cukup tinggi dan bahkan sudah masuk ke dalam ruangan. Beberapa lokasi juga mengalami genangan yang lambat surut, menambah kompleksitas penanganan. Ini menunjukkan skala masalah yang cukup luas di kota tersebut.
Ryan Utama menjelaskan bahwa sekolah-sekolah yang paling banyak tergenang banjir berada di Kecamatan Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Selatan. Kedua kecamatan ini menjadi prioritas utama dalam upaya penanganan dan penyaluran bantuan. Namun, meskipun tidak sebanyak di dua kecamatan tersebut, sekolah-sekolah di Kecamatan Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Utara juga ada yang terdampak, menunjukkan bahwa masalah rob ini menyebar di berbagai penjuru kota.
Pergerakan data dampak rob terus dipantau, dan pihak dinas terus mengimbau seluruh pihak sekolah untuk melaporkan setiap perubahan kondisi. Pemantauan berkelanjutan ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan dan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan responsif terhadap dinamika situasi di lapangan. Kebijakan PJJ sekolah terdampak rob Banjarmasin menjadi langkah krusial dalam menghadapi krisis ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews