Kemenag Kalsel Catat 206 Madrasah Terdampak Banjir, Proses Belajar Terganggu
Banjir parah melanda Kalimantan Selatan, menyebabkan 206 madrasah terdampak dan mengganggu aktivitas belajar mengajar. Kemenag Kalsel bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada korban.
Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaporkan bahwa sebanyak 206 madrasah di 11 kabupaten/kota terdampak bencana banjir. Peristiwa ini terjadi sejak akhir Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026, menimbulkan gangguan signifikan pada kegiatan pendidikan. Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, H Muhammad Tambrin, menyampaikan keprihatinan atas kondisi ini.
Dampak banjir pada ratusan madrasah tersebut bervariasi, mulai dari genangan di halaman sekolah hingga air yang masuk ke dalam ruang kelas. Kondisi ini secara langsung menghambat proses belajar mengajar dan aktivitas pendidikan lainnya. Selain madrasah, banyak tempat ibadah juga turut terdampak oleh bencana alam ini.
Menanggapi situasi darurat ini, Kemenag Kalsel bersama jajaran Kemenag kabupaten/kota telah bergerak cepat. Mereka aktif menggalang donasi dan menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada madrasah serta satuan kerja yang terdampak. Ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.
Dampak Luas Banjir pada Pendidikan dan Fasilitas Ibadah
Bencana banjir yang melanda Kalimantan Selatan telah menimbulkan dampak serius pada sektor pendidikan, khususnya madrasah. Sebanyak 206 madrasah di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Tapin, Tabalong, dan Kota Banjarmasin, mengalami kerusakan. Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari genangan air di area luar hingga masuk ke dalam bangunan utama madrasah.
Situasi ini secara langsung mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar yang vital bagi siswa. Banyak fasilitas pendidikan tidak dapat digunakan secara optimal, memaksa penyesuaian atau penundaan proses pembelajaran. Selain itu, fasilitas ibadah di daerah terdampak juga tidak luput dari ancaman banjir, menambah daftar kerugian yang ditimbulkan bencana.
Data yang terkumpul menunjukkan bahwa skala kerusakan pada madrasah terdampak banjir Kalsel cukup luas. Hal ini memerlukan perhatian dan upaya pemulihan yang komprehensif dari berbagai pihak. Kemenag Kalsel terus memantau perkembangan situasi di lapangan untuk memastikan data yang akurat.
Respons Cepat Kemenag Kalsel dalam Penanganan Bencana
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, H Muhammad Tambrin, menyampaikan apresiasi tinggi atas berbagai upaya yang telah dilakukan jajarannya. Sejak awal bencana, Kemenag Kalsel bersama Kementerian Agama kabupaten/kota telah menunjukkan respons cepat. Mereka aktif menggalang donasi dari berbagai sumber untuk membantu korban terdampak banjir.
Penyaluran bantuan telah dilakukan ke sejumlah madrasah dan satuan kerja yang mengalami dampak banjir di berbagai daerah. Tambrin menegaskan bahwa upaya pengumpulan dan penyaluran donasi ini merupakan bukti nyata kehadiran negara. Melalui Kemenag, pemerintah berupaya membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Langkah-langkah proaktif ini menunjukkan komitmen Kemenag dalam menjalankan fungsi sosialnya. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban para korban, terutama bagi madrasah dan komunitas pendidikan. Kemenag Kalsel terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bantuan tersalurkan secara efektif.
Ajakan Solidaritas dan Kepedulian Sosial
H Muhammad Tambrin mengajak seluruh jajaran Kemenag di Kalimantan Selatan untuk terus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong. Menurutnya, solidaritas sangat dibutuhkan dalam menghadapi bencana alam seperti banjir ini. Kepedulian bersama menjadi kunci utama agar bantuan yang disalurkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Selain fokus pada tugas pelayanan keagamaan dan pendidikan, Kemenag juga diharapkan aktif memperkuat kepedulian sosial. Terutama pada saat darurat bencana, peran Kemenag dalam membantu masyarakat sangat vital. Ini mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang harus selalu dijunjung tinggi.
Lebih lanjut, Tambrin menginstruksikan seluruh satuan kerja Kemenag se-Kalimantan Selatan untuk berperan aktif. Mereka diminta menyalurkan bantuan kepada korban banjir di wilayah masing-masing, berkolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag. Kolaborasi ini bertujuan agar penyaluran bantuan dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews