DLH Banjarmasin Genjot Penanganan Sampah Pasca Banjir, Volume Sampah Meningkat Signifikan
Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin bergerak cepat menangani peningkatan volume sampah pasca banjir. Simak upaya penanganan sampah pasca banjir Banjarmasin dan imbauan penting bagi masyarakat.
Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menghadapi tantangan serius berupa peningkatan volume sampah pasca banjir yang melanda kota ini. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, mengungkapkan bahwa fenomena ini menjadi fokus utama penanganan kebersihan kota.
Peningkatan volume sampah tersebut sebagian besar disebabkan oleh sampah yang sebelumnya tersimpan di kolong rumah warga. Konstruksi rumah panggung yang umum di Banjarmasin membuat sampah meluber ke mana-mana saat air pasang, dan kini terlihat menumpuk di pinggir jalan.
Menanggapi kondisi ini, DLH Kota Banjarmasin telah mengerahkan seluruh petugas kebersihan dalam skala besar. Mereka berupaya memungut dan membersihkan lingkungan dari tumpukan sampah yang muncul akibat banjir.
Fokus Penanganan dan Penyebab Peningkatan Sampah
Peningkatan volume sampah di Banjarmasin pasca banjir menjadi perhatian utama DLH Kota Banjarmasin. Alive Yoesfah Love menjelaskan bahwa sampah yang menumpuk berasal dari kolong rumah warga yang berkonstruksi panggung, sehingga saat banjir, sampah tersebut terbawa dan tersebar luas. Kondisi ini menyebabkan banyak sampah terlihat di pinggiran jalan dan area publik lainnya.
DLH Kota Banjarmasin telah melancarkan aksi penanganan berskala besar dengan menurunkan seluruh petugas kebersihan. Upaya ini difokuskan pada tiga titik utama yang mengalami penumpukan sampah paling parah. Titik-titik tersebut meliputi kawasan Jalan HKSN di Banjarmasin Utara, serta Jalan Banua Anyar dan Jalan Veteran Pasar Buah di Banjarmasin Timur.
Selain dampak banjir, Alive juga menyebutkan faktor lain yang berkontribusi pada peningkatan volume sampah, yaitu masuknya musim buah. Hal ini menyebabkan banyaknya sampah kulit buah yang ditemukan, menambah beban penanganan sampah di kota tersebut. Meskipun demikian, Alive optimis bahwa masalah ini dapat teratasi dalam beberapa hari seiring dengan surutnya banjir.
Peran Masyarakat dan Imbauan Pemilahan Sampah
Dalam menghadapi lonjakan sampah ini, DLH Kota Banjarmasin sangat mengapresiasi inisiatif dari masyarakat, khususnya "Paman Gerobak Sampah". Para pengangkut sampah dari lingkungan masyarakat ini telah menunjukkan kepedulian dengan mengangkut sampah dan menempatkannya di lokasi yang lebih tinggi sejak awal banjir. Tindakan ini membantu mencegah sampah berserakan dan terbawa genangan air, meskipun volume sampah yang menumpuk tetap menjadi tantangan.
Alive Yoesfah Love mengakui bahwa banyaknya sampah yang menumpuk cukup menyulitkan proses penanganan. Namun, ia berharap bahwa dalam beberapa hari ke depan, situasi akan membaik seiring dengan surutnya air banjir. Penanganan yang sistematis dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat proses pembersihan kota.
Untuk jangka panjang, Alive mengimbau masyarakat agar dapat memilah sampah dari sumbernya. Pemilahan sampah, setidaknya memisahkan sampah basah seperti sisa makanan dan sampah plastik, akan sangat membantu petugas kebersihan. Tanpa pemilahan, penanganan sampah secara keseluruhan akan semakin sulit dan memperparah masalah lingkungan di Banjarmasin.
Sumber: AntaraNews