Pemkot Banjarmasin Tata Ulang Sistem Kerja TPS-3R, Optimalkan Penanganan Sampah di Kota

Pemkot Banjarmasin tata ulang sistem kerja di TPS-3R untuk penanganan darurat sampah. Wali Kota Muhammad Yamin HR menyoroti efektivitas dan potensi insentif bagi petugas pemilah sampah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Banjarmasin Tata Ulang Sistem Kerja TPS-3R, Optimalkan Penanganan Sampah di Kota
Pemkot Banjarmasin tata ulang sistem kerja di TPS-3R untuk penanganan darurat sampah. Wali Kota Muhammad Yamin HR menyoroti efektivitas dan potensi insentif bagi petugas pemilah sampah. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melakukan penataan ulang sistem kerja di tempat pengelolaan sampah sistem reduce, reuse, recycle (TPS-3R). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap penanganan darurat sampah di wilayah kota. Wali Kota Muhammad Yamin HR secara langsung meninjau fasilitas tersebut pada Sabtu, 2 Mei.

Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan optimalisasi fungsi TPS-3R sebagai salah satu upaya signifikan dalam mengatasi masalah sampah. Fokus utama adalah pada sistem pemilahan sampah yang dinilai belum berjalan maksimal. Wali Kota Yamin menyoroti beberapa persoalan mendasar di lapangan.

Salah satu lokasi yang ditinjau adalah TPS-3R Sujing Sejahtera, berlokasi di Jalan Jahri Saleh, Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara. Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Banjarmasin dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan limbah. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi tumpukan sampah di kota.

Wali Kota Muhammad Yamin HR menemukan sejumlah permasalahan mendasar selama peninjauan TPS-3R Sujing Sejahtera. Beberapa alat penting tidak dioperasionalkan secara semestinya. Bahkan, mesin pencacah sampah masih terbungkus plastik dan belum dimanfaatkan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan sarana dan prasarana yang telah disediakan belum optimal. Selain itu, proses pemilahan sampah oleh pekerja juga dinilai belum maksimal. Sampah yang masuk ke TPS-3R belum terpilah dengan baik.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Banjarmasin menekankan pentingnya penataan ulang sistem kerja di TPS-3R. Ini termasuk memastikan adanya petugas khusus yang bertanggung jawab penuh dalam melakukan pemilahan sampah. Petugas ini diharapkan dapat fokus pada tugas tersebut.

Yamin juga membuka kemungkinan pemberian insentif bagi petugas pemilah sampah agar kinerja mereka lebih optimal. "Kita berharap dalam pengelolaan TPS-3R itu ada petugas yang fokus memilah, satu atau dua orang. Kalau memang perlu diberikan insentif, itu bisa dipertimbangkan," ujar Yamin. Harapannya, sampah yang masuk ke TPS-3R dapat terpilah dengan baik dan hanya menyisakan residu.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin berkomitmen untuk segera mengangkut sampah residu yang telah dipisahkan. Hal ini penting untuk mencegah penumpukan sampah dan timbulnya bau tidak sedap di lingkungan sekitar. Kecepatan pengangkutan residu menjadi kunci keberhasilan sistem ini.

Selain itu, Wali Kota Yamin mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah. Kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah menjadi faktor krusial. Pemilahan awal ini akan sangat membantu proses di TPS-3R.

"Kita berharap masyarakat terus melakukan pemilahan dari sumber, dari rumah. Jadi saat sampai di TPS-3R, tidak perlu repot lagi memilah karena sudah terpisah sebelumnya," jelas Yamin. Dengan demikian, beban kerja di TPS-3R dapat berkurang dan efisiensi meningkat.

Sinergi antara pemerintah kota, petugas TPS-3R, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan Banjarmasin yang bersih dan sehat. Penataan ulang ini diharapkan membawa dampak positif signifikan. Pengelolaan sampah yang lebih baik akan tercapai.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi