Pemprov Kalsel Sulap Stadion 17 Mei Jadi Pusat Latihan Berskala Nasional
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus kebut renovasi Stadion 17 Mei Banjarmasin, menjadikannya fasilitas olahraga modern berstandar nasional dan siap gelar event besar.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) tengah gencar melakukan pembenahan fasilitas olahraga di Stadion 17 Mei Banjarmasin. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas stadion agar mampu menunjang kebutuhan latihan hingga penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala nasional. Salah satu fokus utama renovasi adalah pembangunan lintasan lari atletik dan penggantian kursi stadion secara menyeluruh.
Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Ryan Tirta Nugraha, menyatakan bahwa progres pembangunan lintasan lari ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026. Sementara itu, pemasangan kursi stadion masih menunggu proses pembongkaran serta kedatangan material dari luar daerah. Pembenahan ini diharapkan dapat menjadikan Stadion 17 Mei sebagai ikon olahraga kebanggaan Banua.
Dengan berbagai peningkatan fasilitas ini, Stadion 17 Mei diproyeksikan tidak hanya menjadi tempat latihan representatif bagi para atlet lokal, tetapi juga mampu menjadi tuan rumah berbagai kompetisi olahraga penting. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemprov Kalsel dalam memajukan sektor olahraga di wilayahnya. Modernisasi fasilitas menjadi kunci untuk mencapai standar yang lebih tinggi.
Peningkatan Fasilitas Atletik Berstandar Nasional
Progres pembangunan lintasan lari atletik di Stadion 17 Mei Banjarmasin terus dikebut, dengan target penyelesaian pada akhir Juni 2026. Sebagian besar material untuk lintasan sudah tersedia di lokasi, dan hanya menunggu beberapa material tambahan dalam proses pengiriman. Hal ini menunjukkan keseriusan Pemprov Kalsel dalam mewujudkan fasilitas olahraga yang mumpuni.
Meskipun lintasan telah rampung, penggunaan fasilitas tersebut akan menunggu arahan teknis dari pihak penyedia dan pelaksana proyek. Petunjuk khusus terkait perawatan lintasan, seperti apakah kendaraan seperti ambulans boleh melintas saat pertandingan sepak bola, akan sangat diperhatikan. Ini penting untuk menjaga kualitas dan daya tahan lintasan dalam jangka panjang.
Ryan Tirta Nugraha menambahkan bahwa lintasan atletik Stadion 17 Mei nantinya minimal akan memenuhi standar nasional. Selain lintasan utama, sejumlah fasilitas cabang olahraga atletik lainnya juga akan dilengkapi. Fasilitas seperti tolak peluru dan lempar cakram sudah masuk dalam perencanaan, memastikan kelengkapan sarana bagi atlet.
Modernisasi Kursi Stadion dengan Single Seat
Selain lintasan atletik, Stadion 17 Mei juga mengalami modernisasi signifikan pada bagian tempat duduk penonton. Seluruh kursi stadion akan diganti menggunakan model single seat yang lebih modern dibandingkan kursi lama yang masih polos. Penggantian ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan estetika stadion secara keseluruhan.
Progres pemasangan kursi stadion saat ini sudah mencapai sekitar 20 persen, setelah sebelumnya dilakukan pembongkaran dan pengukuran ulang bersama tim pelaksana. Jumlah kursi yang akan diganti mencapai ribuan unit, dengan proses produksi yang dilakukan secara bertahap. Warna kursi juga akan dibuat bertahap sesuai segmen, menambah nilai estetika stadion.
Proyek lintasan dan kursi stadion dikerjakan melalui dua paket pekerjaan berbeda, menunjukkan kompleksitas dan skala renovasi yang dilakukan. Pemilihan model single seat ini merupakan langkah maju untuk memenuhi standar stadion modern, memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para penonton dan mendukung citra positif Stadion 17 Mei.
Penataan Infrastruktur Pendukung untuk Kenyamanan
Pemprov Kalsel tidak hanya fokus pada fasilitas inti stadion, tetapi juga mempertimbangkan penataan akses menuju tribun VVIP. Penataan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi tamu penting. Perhatian terhadap detail ini menunjukkan upaya menyeluruh dalam meningkatkan kualitas stadion.
Selain itu, pembenahan drainase di sekitar kawasan stadion juga menjadi prioritas untuk mendukung kenyamanan dan keamanan pengunjung. Sistem drainase yang baik akan mencegah genangan air, terutama saat musim hujan, sehingga aktivitas di stadion tidak terganggu. Ini adalah aspek krusial dalam menjaga fungsionalitas fasilitas olahraga.
Dengan berbagai pembenahan komprehensif tersebut, Stadion 17 Mei diharapkan dapat menjadi pusat olahraga representatif bagi atlet-atlet Banua. Lebih lanjut, stadion ini juga akan menunjang penyelenggaraan berbagai kompetisi olahraga di Kalimantan Selatan, menjadikannya aset penting bagi pengembangan olahraga di daerah.
Sumber: AntaraNews