Pemprov Kalsel Siapkan Lahan 28,7 Hektare untuk Stadion Internasional Kalsel di Banjarbaru

Pemprov Kalsel siapkan lahan 28,7 hektare di Banjarbaru untuk Stadion Internasional Kalsel. Proyek Rp1 triliun ini ditargetkan rampung akhir 2028, diharapkan jadi pusat olahraga dan pendorong ekonomi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Kalsel Siapkan Lahan 28,7 Hektare untuk Stadion Internasional Kalsel di Banjarbaru
Pemprov Kalsel siapkan lahan 28,7 hektare di Banjarbaru untuk Stadion Internasional Kalsel. Proyek Rp1 triliun ini ditargetkan rampung akhir 2028, diharapkan jadi pusat olahraga dan pendorong ekonomi. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) telah mengambil langkah signifikan dalam memajukan infrastruktur olahraga daerah. Mereka secara resmi menetapkan lokasi pembebasan lahan untuk pembangunan stadion bertaraf internasional. Lokasi ini berada di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, mencakup area seluas 28,7 hektare.

Penetapan lokasi ini menjadi fondasi penting bagi proyek ambisius yang bertujuan meningkatkan sarana olahraga di "Banua". Anggaran sekitar Rp65 miliar telah disiapkan oleh Pemprov Kalsel untuk proses pembebasan lahan. Dana ini akan dialokasikan bagi 88 pemilik lahan yang terdampak pembangunan.

Proyek ini tidak hanya berfokus pada peningkatan prestasi olahraga tetapi juga diharapkan menjadi pendorong ekonomi lokal. Stadion baru ini dirancang untuk menjadi pusat kegiatan masyarakat, meliputi acara olahraga, hiburan, serta berbagai agenda berskala besar lainnya.

Penetapan Lokasi dan Anggaran Pembebasan Lahan

Kepala Bidang Penataan Ruang dan Pertanahan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, M Rum Mapawa, menjelaskan bahwa penetapan lokasi ini adalah langkah awal krusial. Proses pengadaan tanah dipastikan akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini menjamin transparansi dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.

Anggaran sebesar Rp65 miliar yang disiapkan Pemprov Kalsel menunjukkan keseriusan dalam proyek ini. Dana tersebut akan digunakan untuk mengganti rugi lahan milik 88 individu atau entitas. Proses ini diharapkan berjalan lancar agar tahapan selanjutnya dapat segera dilaksanakan tanpa hambatan berarti.

Ketersediaan lahan yang luas akan memungkinkan pembangunan fasilitas olahraga modern dan lengkap. Dengan luas 28,7 hektare, stadion ini akan memiliki kapasitas yang memadai untuk menampung berbagai event besar. Ini juga memberikan ruang yang cukup untuk pengembangan fasilitas pendukung di masa mendatang.

Manfaat Ganda: Peningkatan Olahraga dan Ekonomi Daerah

Pembangunan stadion internasional ini memiliki tujuan ganda yang strategis bagi Kalimantan Selatan. Selain menyediakan sarana dan prasarana olahraga yang memadai, stadion ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi atlet daerah. Fasilitas berstandar internasional akan memberikan lingkungan latihan dan kompetisi yang optimal.

Lebih dari itu, kehadiran stadion ini diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. Stadion dapat menjadi magnet bagi berbagai kegiatan, mulai dari pertandingan olahraga hingga konser musik dan festival budaya. Ini akan menarik wisatawan dan investasi ke wilayah Banjarbaru dan sekitarnya.

M Rum Mapawa juga menekankan bahwa stadion ini dirancang sebagai ruang publik representatif. Masyarakat dapat memanfaatkannya untuk kegiatan sosial, budaya, dan hiburan. Dengan demikian, stadion ini akan menjadi ikon baru yang membanggakan bagi masyarakat Kalsel, sekaligus pusat interaksi sosial yang dinamis.

Tahapan Pembangunan dan Target Penyelesaian Proyek

Setelah tahapan pembebasan lahan selesai, proses pembangunan fisik akan dilanjutkan oleh Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel. Saat ini, proyek telah memasuki tahap persiapan tender dengan menggunakan skema design and build. Skema ini memungkinkan pekerjaan fisik dan penyempurnaan desain berjalan secara bersamaan, mempercepat proses konstruksi.

Paket manajemen konstruksi untuk proyek ini sudah mulai ditayangkan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Ini menunjukkan bahwa proses pengadaan barang dan jasa dilakukan secara transparan dan akuntabel. Persiapan tender untuk fisik stadion juga sedang berlangsung, memastikan bahwa kontraktor terbaik akan terpilih.

Total pagu anggaran untuk pembangunan stadion internasional ini mencapai Rp1 triliun, yang akan dialokasikan selama tiga tahun anggaran, yaitu dari 2026 hingga 2028. Pada tahun pertama, fokus pekerjaan akan meliputi pengolahan dan perkuatan tanah serta pembangunan struktur awal. Pemprov Kalsel menargetkan stadion ini rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2028, menegaskan komitmen mereka untuk menghadirkan infrastruktur berstandar global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi