Jakarta, Jumat (27/3) – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) menunjukkan respons cepat dalam penanganan pascabencana dengan berhasil mengangkut 25 ton sampah sisa banjir di wilayah Kramat Jati. Operasi pembersihan ini telah berlangsung sejak pekan lalu, melibatkan berbagai pihak untuk mengembalikan kebersihan lingkungan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Jaktim dalam menjaga kenyamanan dan kesehatan warga setelah musibah banjir.
Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah, menyatakan bahwa seluruh volume sampah sisa genangan di Kecamatan Kramat Jati telah berhasil dibersihkan. Proses pengangkutan sampah ini telah dimulai sejak hari Senin (23/3) dan berhasil diselesaikan sesuai target pada hari Jumat (27/3). Keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi yang baik antarinstansi terkait.
Sampah-sampah tersebut merupakan dampak langsung dari luapan Kali Baru dan Kali Induk yang terjadi pada Sabtu (21/3) malam hingga Minggu (22/3) pagi. Kejadian banjir yang melanda beberapa wilayah di Jakarta Timur ini meninggalkan tumpukan sampah yang cukup signifikan, memerlukan penanganan cepat untuk menghindari masalah lingkungan lebih lanjut.
Advertisement
Advertisement
Dwi Firmansyah merinci bahwa total 25 ton sampah berhasil diangkut dari dua lokasi terdampak utama di Kramat Jati. Volume sampah terbanyak berasal dari Kelurahan Tengah, yang mencapai 21 ton, sementara empat ton lainnya diangkut dari Kelurahan Batu Ampar. Perbedaan volume ini menunjukkan tingkat dampak banjir yang bervariasi di setiap area.
Untuk mendukung kelancaran proses pengangkutan sampah, Pemkot Jaktim mengerahkan delapan unit armada pengangkut. Armada tersebut terdiri dari tiga truk tipper besar, tiga truk tipper kecil, satu unit Hilux, dan satu unit mobil pikap milik Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air. Selain itu, sebanyak 15 personel Satgas Lingkungan Hidup juga dikerahkan, dibantu oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan Satgas UPS Badan Air.
Meskipun demikian, proses pembersihan sampah menghadapi beberapa kendala, terutama terkait akses lokasi atau jalan yang sulit dijangkau oleh kendaraan pengangkut. Dwi menjelaskan, “Beberapa titik harus ditangani secara manual karena kendaraan tidak bisa masuk. Sampah dibawa terlebih dahulu ke lokasi yang dapat diakses armada pengangkut.” Kondisi ini memerlukan upaya ekstra dari para petugas di lapangan.
Advertisement
Advertisement
Sebelumnya, wilayah Kramat Jati dilanda banjir akibat hujan deras dan luapan air dari Kali Ciliwung yang terjadi pada Sabtu (21/3) malam. Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Jakarta sejak sore hari tersebut menyebabkan air meluap dan merendam sejumlah kawasan permukiman serta ruas jalan di Balekambang, Kramat Jati.
Air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 16.00 WIB, dan dalam waktu tiga jam, ketinggian air meningkat dengan cepat hingga lebih dari satu meter di beberapa titik. Ketinggian air di kawasan tersebut bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga satu meter, menyebabkan kerugian dan ketidaknyamanan bagi warga.
Tidak hanya permukiman warga, banjir juga sempat melanda ruas Jalan Raya Bogor, tepatnya di kawasan pertigaan Hek, Kramat Jati, dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter. Kondisi ini mengakibatkan kemacetan panjang dari arah Cililitan menuju Pasar Rebo maupun sebaliknya, memaksa sebagian pengendara mencari jalur alternatif.
Advertisement
Advertisement
Lurah Tengah, Budi Hartati, menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penanganan sampah pascagenangan di wilayahnya. “Terima kasih kepada jajaran Lingkungan Hidup, UPS Badan Air, petugas PPSU, serta warga yang turut membantu,” ungkap Budi.
Dalam upaya mendukung percepatan proses pembersihan, sebanyak 30 petugas PPSU turut dikerahkan. Mereka difokuskan di sejumlah titik terdampak, antara lain di RT 01, 02, 03, 09, dan RT 10 di RW 01, serta RT 04 di RW 08. Partisipasi aktif dari berbagai pihak ini sangat krusial dalam mempercepat pemulihan kondisi lingkungan.
Budi Hartati berharap agar pembersihan sampah ini dapat segera tuntas sepenuhnya dan ke depan tidak terjadi genangan kembali di wilayah Kramat Jati. Harapan ini mencerminkan keinginan bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan aman dari dampak banjir di masa mendatang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews