Disdikbud Kalsel dan Telkom Perkuat Jaringan Pelosok Jelang SPMB Kalsel 2026, Pastikan Akses Merata

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) bersama PT Telkom berkolaborasi memperkuat infrastruktur digital di seluruh wilayah, termasuk pelosok, demi kelancaran SPMB Kalsel 2026. Simak detailnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Disdikbud Kalsel dan Telkom Perkuat Jaringan Pelosok Jelang SPMB Kalsel 2026, Pastikan Akses Merata
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) bersama PT Telkom berkolaborasi memperkuat infrastruktur digital di seluruh wilayah, termasuk pelosok, demi kelancaran SPMB Kalsel 2026. Simak detailnya! (AntaraNews)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) bekerja sama dengan PT Telkom untuk memperkuat jaringan dan infrastruktur digital. Upaya ini dilakukan hingga ke daerah pelosok menjelang pelaksanaan sistem penerimaan murid baru (SPMB) 2026. Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan seluruh calon siswa dapat mengakses sistem pendaftaran secara lancar, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kalsel, Dedi Hidayat, menyampaikan bahwa PT Telkom telah menyiapkan perbaikan teknis dan pemetaan wilayah. Hal ini dilakukan agar tidak ada gangguan jaringan, khususnya di daerah pelosok. Inisiatif ini menjadi krusial untuk mendukung pemerataan akses pendidikan di Kalimantan Selatan.

Selain penguatan infrastruktur digital, Disdikbud Kalsel juga menyediakan berbagai kanal informasi publik. Kanal tersebut meliputi helpdesk, hotline, dan operator di tingkat sekolah serta dinas. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat memperoleh panduan pendaftaran secara real-time, memastikan tidak ada calon siswa yang tertinggal informasi penting.

Kolaborasi antara Disdikbud Kalsel dan PT Telkom menjadi tulang punggung dalam mempersiapkan SPMB 2026. PT Telkom bertanggung jawab atas perbaikan teknis dan pemetaan wilayah untuk mengidentifikasi serta mengatasi potensi gangguan jaringan. Fokus utama adalah daerah pelosok yang seringkali memiliki keterbatasan akses internet, sehingga semua calon peserta memiliki kesempatan yang sama.

Untuk melengkapi kesiapan teknis, Disdikbud Kalsel telah menyiapkan kanal informasi yang komprehensif. Masyarakat dapat memanfaatkan helpdesk dan hotline untuk bertanya langsung mengenai prosedur pendaftaran. Selain itu, operator di setiap sekolah dan dinas siap memberikan panduan dan bantuan yang diperlukan.

Penyediaan akses informasi yang mudah dan cepat ini diharapkan dapat mengurangi kendala yang mungkin dihadapi calon siswa dan orang tua. Ini juga menunjukkan komitmen Disdikbud Kalsel dalam menciptakan proses penerimaan yang transparan dan inklusif.

Setelah infrastruktur dipastikan siap, Disdikbud Kalsel telah menyusun petunjuk teknis (juknis) SPMB 2026. Juknis ini mengacu pada Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan disesuaikan dengan kondisi terkini. Dokumen penting ini telah ditandatangani oleh Gubernur Kalsel dan akan segera disosialisasikan kepada seluruh sekolah.

Pelaksanaan SPMB 2026 di Kalimantan Selatan tetap mengacu pada mekanisme sebelumnya. Komposisi penilaian didasarkan pada 70 persen nilai rapor dan 30 persen hasil tes kompetensi akademik (TKA). Pendekatan ini bertujuan untuk menyeimbangkan penilaian berdasarkan rekam jejak akademik dan kemampuan kognitif calon siswa.

Terdapat empat jalur penerimaan utama yang dibuka pada SPMB 2026. Jalur domisili dialokasikan sebesar 35 persen, jalur prestasi 30 persen, jalur afirmasi 30 persen, dan jalur mutasi sebesar 5 persen. Pembagian kuota ini dirancang untuk mengakomodasi beragam latar belakang dan potensi calon peserta didik.

Disdikbud Kalsel juga membentuk tim pengawasan khusus untuk memastikan kelancaran seluruh proses SPMB 2026. Tim ini bertugas mengantisipasi berbagai isu, termasuk kesamaan nilai antar peserta yang masih berada dalam kuota penerimaan. Pengawasan ketat ini penting untuk menjaga integritas dan keadilan dalam seleksi.

Koordinasi intensif juga dilakukan dengan berbagai pihak terkait. Disdikbud Kalsel bekerja sama dengan sekolah swasta, SMK, pondok pesantren, serta pemerintah kabupaten/kota. Tujuannya adalah untuk mendapatkan data akurat mengenai sebaran calon siswa di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

Selain itu, kerja sama dengan Kementerian Agama juga terjalin untuk menyinkronkan jadwal pendaftaran di pondok pesantren. Sinergi lintas sektor ini menunjukkan upaya menyeluruh untuk memastikan SPMB 2026 berjalan efektif dan efisien bagi semua calon peserta.

  • Pendaftaran SPMB 2026 di Kalsel akan dilaksanakan pada 22–24 Juni 2026.
  • Rapat koordinasi terkait SPMB dijadwalkan pada 25 Juni 2026.
  • Pengumuman hasil seleksi SPMB 2026 akan dilakukan pada 29 Juni 2026.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi