Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mengambil langkah signifikan dalam pemerataan pendidikan dengan mengalokasikan dana awal sebesar Rp2,9 miliar. Dana ini ditujukan untuk Pembangunan SMAN 6 Banjarbaru, sebuah inisiatif strategis yang bertujuan memperluas akses pendidikan menengah di wilayah tersebut. Proyek ini juga sejalan dengan upaya pemerintah memenuhi standar nasional “satu kecamatan satu sekolah”.
Pembangunan sekolah baru ini telah melalui tahap perencanaan matang sejak tahun 2025, dimulai dengan penyusunan Detailed Engineering Design (DED). Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Dedy Hidayat, menyatakan bahwa anggaran awal disiapkan pada tahun ini untuk tahap pertama pembangunan fisik. Targetnya, proses lelang akan dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026.
Lokasi pembangunan SMAN 6 Banjarbaru dipilih secara strategis di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sebagai respons atas pertumbuhan permukiman yang pesat. Kehadiran sekolah ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan mendesak akan sekolah lanjutan bagi lulusan SMP di kawasan tersebut. Selain itu, pembangunan ini juga didukung penuh oleh Pemerintah Kota Banjarbaru melalui hibah lahan seluas dua hektare.
Advertisement
Advertisement
Urgensi Pembangunan SMAN 6 Banjarbaru
Pendirian SMAN 6 Banjarbaru menjadi krusial mengingat pesatnya pertumbuhan penduduk dan permukiman di wilayah tersebut. Dedy Hidayat menjelaskan bahwa kawasan ini telah memiliki SMPN 15 Banjarbaru, namun belum tersedia sekolah menengah atas yang memadai. Kondisi ini berpotensi menimbulkan beban daya tampung yang berlebihan pada sekolah lain di sekitar Banjarbaru jika tidak segera diatasi.
Ketiadaan sekolah lanjutan di area tersebut menyebabkan banyak lulusan SMP kesulitan mendapatkan akses pendidikan menengah yang terdekat. Pembangunan SMAN 6 Banjarbaru diharapkan dapat memberikan solusi konkret bagi permasalahan ini. Dengan demikian, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA tanpa terkendala jarak atau kapasitas sekolah.
Proyek ini juga menegaskan komitmen Pemprov Kalsel dalam mewujudkan pemerataan pendidikan hingga ke tingkat kecamatan. Standar “satu kecamatan satu sekolah” menjadi acuan penting dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ini. Hal ini memastikan bahwa infrastruktur pendidikan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.
Advertisement
Advertisement
Tahapan dan Fasilitas Awal Pembangunan SMAN 6 Banjarbaru
Pembangunan SMAN 6 Banjarbaru akan dilaksanakan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah dan kebutuhan siswa yang terus berkembang. Pada tahap pertama, fokus utama adalah pembangunan fasilitas esensial. Fasilitas tersebut mencakup ruang kepala sekolah, ruang belajar untuk dua rombongan belajar, serta sarana sanitasi yang memadai.
Proses pengadaan akan dimulai dengan lelang yang dijadwalkan berlangsung setelah Hari Raya Idul Fitri 2026. Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) akan menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan lelang ini. Disdikbud Kalsel menargetkan pekerjaan fisik tahap pertama dapat rampung sebelum akhir tahun 2026.
Dedy Hidayat menambahkan, “Perencanaan sudah dimulai tahun lalu dengan penyusunan DED. Tahun ini kita siapkan pagu anggaran awal Rp2,9 miliar untuk tahap pertama pembangunan fisik.” Pernyataan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan proyek berjalan sesuai rencana.
Advertisement
Dukungan dari Pemerintah Kota Banjarbaru juga sangat vital, terutama dengan hibah lahan seluas dua hektare. Lahan ini berlokasi strategis, tidak jauh dari SMPN 15 Banjarbaru, sehingga memudahkan akses bagi calon siswa. Sinergi antara pemerintah provinsi dan kota menjadi kunci keberhasilan proyek Pembangunan SMAN 6 Banjarbaru ini.
Advertisement
Target Operasional dan Proyeksi Masa Depan SMAN 6 Banjarbaru
Disdikbud Kalsel menargetkan SMAN 6 Banjarbaru dapat mulai beroperasi penuh pada tahun 2027. Penerimaan peserta didik baru untuk tahun anggaran tersebut direncanakan akan dibuka pada bulan Juli 2027. Pada awal operasional, sekolah ini akan memiliki kapasitas sekitar dua rombongan belajar untuk menampung siswa-siswi baru.
Dedy Hidayat optimis bahwa target tersebut dapat tercapai, “Kami targetkan bisa mulai operasional pada 2027. Penerimaan peserta didik tahun anggaran baru direncanakan dibuka Juli 2027 dengan kapasitas awal sekitar dua rombongan belajar.” Harapan besar disematkan pada sekolah ini untuk menjadi pusat pendidikan berkualitas di Banjarbaru.
Ke depan, Disdikbud Kalsel akan terus melakukan kajian mendalam mengenai kebutuhan dan pemerataan akses pendidikan di wilayah tersebut. Kajian ini bertujuan untuk menentukan penambahan ruang kelas dan fasilitas penunjang lainnya. Hal ini penting untuk mengakomodasi pertumbuhan jumlah peserta didik di Banjarbaru dan sekitarnya secara berkelanjutan.
Advertisement
Dengan adanya Pembangunan SMAN 6 Banjarbaru, diharapkan kualitas dan ketersediaan pendidikan menengah di Kalimantan Selatan dapat terus meningkat. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi muda yang lebih cerdas dan berdaya saing.
Sumber: AntaraNews