Menilik Sektor Riil dari Dekat
Menilik Sektor Riil dari Dekat Lihat Selengkapnya
Sorot
{{caption}}
Fakta Baru Perilaku Koruptor di Indonesia, Makin Mengkhawatirkan

{{caption}}
Orang Tua Siswi Sekolah Rakyat Menangis di Hadapan Prabowo

{{caption}}
Bertemu Prabowo, Siswa Sekolah Rakyat Curhat Pernah Dibully hingga Tak Mau Sekolah

{{caption}}
Cita-Cita Siswa Sekolah Rakyat Ingin jadi Menteri Pendidikan

{{caption}}
Prabowo Beri Arahan Khusus ke Seskab Teddy soal Sekolah Rakyat

{{caption}}
Prabowo: Banyak Orang Berhasil Berasal dari Keluarga Miskin

Topik Terkait
{{caption}}
Fakta Baru Terungkap: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Pernah Ekskul KIR, Ikut Lomba Astronomi dan Kebumian

Diketahui, bidang tersebut mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti geologi, meteorologi, oseanografi, dan astronomi.

{{caption}}
Pelaku Ledakan SMAN 72 Beli Bahan Peledakan Lewat Online Alasan buat Ekskul, Orang Tua yang Terima Paket

Anak berhadapan dengan hukum itu juga beralasan laptopnya rusak, sehingga orang tua tidak banyak menaruh curiga dengan aktivitasnya di internet.

{{caption}}
Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Tiru Aksi Ekstrem di Komunitas Online

Pelaku diketahui mengakses grup True Crime Community (TCC). Pola paparan yang terus-menerus membuat pelaku mencontoh aksinya tanpa memahami risiko.

{{caption}}
Polisi Beberkan Fakta, Pelaku Peledakan SMAN 72 Jakarta Korban Bullying dan Ingin Balas Dendam

Menurut Trunoyudo, pengalaman dirundung memang dapat mempermudah anak dan pelajar terpapar radikalisme.

{{caption}}
Pramono Tegaskan Ledakan di SMAN 72 Tak Terkait Bullying

Pramono menyatakan bahwa kesimpulan tersebut diambil setelah pihak sekolah dan siswa lain di SMAN 72 memberikan penjelasan.

{{caption}}
Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Ada 96 Orang, 28 Masih Dirawat di RS

Dalam insiden yang terjadi pada Jumat (7/11) lalu, tercatat sebanyak 96 orang mengalami luka-luka.

{{caption}}
Densus 88 Ungkap Fakta Mengejutkan Pelaku Ledakan SMAN 72: Tertindas, Kesepian dan Dendam

Pelaku memiliki motif dendam karena perilaku penindasan dan rasa kesepian yang dialami.

{{caption}}
Pelaku Ledakan di SMAN 72 Memiliki Ketertarikan pada Konten Kekerasan dan Ekstrem

Polisi menyebut pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta punya ketertarikan pada konten kekerasan dan ekstrem.

{{caption}}
Polisi Ungkap Anak Pelaku Ledakan SMAN 72 Kesepian Tak Punya Tempat Keluh Kesah, Tindakannya Bukan Terorisme

Polisi mengungkap bahwa pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta sering merasa terasing dan tidak memiliki tempat untuk berbagi keluh kesah.

{{caption}}
Densus 88 Ungkap Fakta Mengejutkan soal Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72

Densus 88 Antiteror Polri sedang menyelidiki jejak digital dari terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta.

{{caption}}
VIDEO: Kapolri Listyo Beberkan Identitas Pelaku Bom Diduga Masih Siswa SMAN 72 Jakarta, Motifnya Apa?

Dia hanya memberikan sedikit bocoran, pelaku masih terindikasi siswa sekolah SMAN 72 tersebut.

{{caption}}
Polisi Pastikan Kasus Ledakan SMAN 72 Tak Berkaitan dengan Ancaman Bom di Tiga Sekolah

Jakarta Nanyang School di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, serta Mentari International School (MIS) di Bintaro, Kota Tangerang Selatan.

{{caption}}
Polisi Ungkap Motif Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Polisi mengungkap motif ABH dalam kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta. Pelaku mengaku tertekan akibat perundungan dan pengucilan sejak SMP.

{{caption}}
Keluar Dari Rumah Sakit, Pelaku Peledakan SMAN 72 Dititipkan ke Rumah Aman

Penempatan pelaku peledakan di rumah aman merupakan hasil koordinasi antara kepolisian dengan Dinas Sosial, KPAI dan Bapas.

{{caption}}
Polisi Sebut Kondisi ABH Pelaku Ledakan SMAN 72 Mulai Pulih, Psikis Masih Dalam Pemulihan

Polisi mengatakan pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta kini kondisinya berangsur pulih.

{{caption}}
Update Ledakan SMAN 72: Terduga Pelaku Belum Bisa Dimintai Keterangan, Polisi Terus Selidiki

Penyelidikan kasus Ledakan SMAN 72 terus bergulir. Terduga pelaku, seorang ABH, masih dalam perawatan dan belum dapat dimintai keterangan, sementara polisi intensifkan koordinasi.

{{caption}}
Pemprov DKI Rumuskan Kebijakan Pembatasan Akses Medsos Usai Insiden Ledakan SMAN 72

Proses penyusunan kebijakan itu masih berlangsung. Hasilnya, kata dia bakal disampaikan usai pembahasan rampung.

{{caption}}
Proses Belajar di SMAN 72 Mulai Normal, Sebagian Siswa Belum Hadir Tatap Muka karena Trauma

Sejumlah siswa yang belum hadir secara tatap muka masih mengalami trauma. Sebagian lainnya masih dalam proses penyembuhan karena luka-luka.

{{caption}}
Densus 88 Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Ekstremisme Digital pada Anak dan Remaja

Rakernis ini menjadi momentum merespons ancaman terorisme semakin kompleks dan multidimensional, khususnya di ruang digital menyasar anak-anak dan remaja.

{{caption}}
Reintegrasi Mantan Napiter: Densus 88 dan Astra Bekali Keterampilan Servis AC di Banten

Densus 88 Antiteror Polri dan PT Astra International berkolaborasi membekali 20 mantan napiter dengan keterampilan servis AC di Banten, wujud nyata program reintegrasi mantan napiter.

{{caption}}
Densus 88 Perkuat Pancasila di Bali, Sasar Pelajar Cegah Radikalisme dengan Program "Ratakan Bali Pro Max"

Densus 88 Antiteror Polri meluncurkan program "Ratakan Bali Pro Max" di 70 sekolah SLTA Bali untuk memperkuat ideologi Pancasila dan mencegah radikalisme di kalangan generasi muda, merespons ancaman intoleransi.

{{caption}}
Densus 88 AT Polri Gencarkan Pencegahan Radikalisme Digital pada Anak

Densus 88 AT Polri semakin intensif melakukan pencegahan radikalisme digital yang menyasar anak-anak melalui media sosial dan game online. Simak bahaya dan upaya perlindungannya.

{{caption}}
Densus 88 Lakukan Pembinaan di Ponpes Boyolali yang Pernah Terafiliasi Jamaah Islamiyah

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar ponpes terbebas dari paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).

{{caption}}
Pengawasan Keluarga dan Literasi Digital Kunci Cegah Radikalisme pada Anak

Menteri PPPA Arifah Fauzi menekankan pentingnya pengawasan keluarga dan literasi digital sebagai benteng utama mencegah anak terpapar radikalisme, terutama melalui media sosial, menyusul kasus di Langkat.