Polisi Ungkap Anak Pelaku Ledakan SMAN 72 Kesepian Tak Punya Tempat Keluh Kesah, Tindakannya Bukan Terorisme

Polisi mengungkap bahwa pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta sering merasa terasing dan tidak memiliki tempat untuk berbagi keluh kesah.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Polisi Ungkap Anak Pelaku Ledakan SMAN 72 Kesepian Tak Punya Tempat Keluh Kesah, Tindakannya Bukan Terorisme
Dirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Iman Imanuddin (© 2025 Liputan6.com)

Polisi mengungkapkan bahwa pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta sering merasakan kesepian dan tidak memiliki tempat untuk berbagi keluh kesah, baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah. Masalah ini menjadi pemicu bagi pelaku untuk melakukan aksi peledakan di sekolah tersebut.

“Yang bersangkutan anak berkonflik dengan hukum terdapat dorongan untuk melakukan peristiwa hukum tersebut, dorongan yang bersangkutan merasa sendiri kemudian merasa tidak ada yang menjadi tempat untuk menyampaikan keluh kesah,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi persnya, Selasa (11/11/2025).

Iman juga menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh anak berhadapan dengan hukum (ABH) tersebut merupakan pelanggaran hukum yang diduga melanggar pasal 80 ayat 2 juncto, pasal 355 KUHP, serta 187 KUHP dan 1 ayat 1 UU Darurat.

“Sampai saat ini kami terus melakukan pengembangan temuan-temuan atas peristiwa tersebut,” tegas Iman.

Penyelidikan yang mendalam diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai latar belakang dan motivasi pelaku, sehingga langkah pencegahan serupa di masa mendatang dapat diterapkan secara efektif.

Tak Berkaitan dengan Kelompok Teroris

Di tempat yang sama, AKBP Mayndra Eka Wardhana, PPID Densus 88 Antiteror Polri, menjelaskan bahwa anak berhadapan dengan hukum (ABH) tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan jaringan terorisme mana pun dalam menjalankan aksinya.

Dengan demikian, Densus 88 menyimpulkan bahwa tindakan pelaku tidak dapat dikategorikan sebagai tindak pidana terorisme.

"Jadi murni tindakan yang dilakukan adalah tindakan kriminal umum," ungkap Eka.

Menanggapi mengenai nama-nama teroris yang terdapat pada senjata mainan yang dibawa oleh pelaku, Eka menyatakan bahwa nama dan tindakan dari para pelaku teror dunia tersebut menjadi sumber inspirasi bagi ABH untuk melakukan ledakan.

"Yang bersangkutan hanya melakukan peniruan itu sebagai inspirasi yang bersangkutan melakukan tindakan," tutup Eka.

Rekomendasi