Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengatakan, terduga pelaku ledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Ia juga memiliki ketertarikan pada konten kekerasan hingga hal-hal yang ekstrem.
Diketahui, pada insiden yang terjadi Jumat (7/11) ini telah membuat puluhan orang mengalami luka-luka.
"Berdasarkan keterangan yang kami himpun, ABH yang terlibat dalam kasus ledakan ini dikenal sebagai pribadi yang tertutup, jarang bergaul," kata Asep dalam konferensi pers di Gedung Promoter Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/11).
"Dan dia juga memiliki ketertarikan pada konten kekerasan serta hal-hal yang ekstrem," sambungnya.
Advertisement
Selain itu, dalam kasus ini pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 18 orang saksi.
"Berikutnya, kami telah memeriksa 18 orang saksi yang terdiri dari para korban, baik para guru dan para siswa termasuk ABH dan keluarga ABH," ujarnya.
Analisis Rekaman CCTV Ledakan di SMAN 72
Dalam kesempatan itu, jenderal bintang dua ini mengungkapkan, jika pihaknya juga telah melakukan analisis terhadap rekaman kamera Closed Circuit Television (CCTV).
"Setelah itu, kami juga bersama Resus 88 Anti-Teror telah menganalisis rekaman CCTV, ponsel, serta aktivitas daring ABH yang terlibat untuk mendalami motif dan latar belakang yang bersangkutan," ungkapnya.
Advertisement
Kemudian, Biddokkes Polda dan Biro SDM Polda Metro Jaya bersama As SDM Mabes Polri dan Himpunan Psikologi Indonesia juga telah melaksanakan penanganan medis dan trauma healing bagi siswa, guru, dan keluarga korban.
Hal ini dilakukan dengan pendampingan psikolog yang dilakukan secara berkelanjutan.
"Kemudian kami juga telah menyediakan posko pelayanan korban pasca ledakan yang berlokasi di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih untuk memberikan pendampingan dan bantuan bagi korban," pungkasnya.