Dapur SPPG Nabire Serap Ratusan Tenaga Kerja OAP, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis melalui Dapur SPPG Nabire berhasil menyerap ratusan tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP), menepis isu negatif dan membuka peluang ekonomi lokal.
Dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kini menjadi tulang punggung dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga berhasil menyerap ratusan tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP) dari masyarakat setempat. Kehadiran Dapur SPPG Nabire ini memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire, Marsel Asyerem, pada Minggu (8/3) menyatakan bahwa saat ini terdapat 12 unit dapur SPPG yang beroperasi di Nabire. Total tenaga kerja yang terlibat mencapai 564 orang, dengan 264 orang di antaranya merupakan OAP. Angka ini menunjukkan komitmen program terhadap pemberdayaan komunitas lokal.
Program MBG ini secara konkret membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pemuda yang belum memiliki pekerjaan tetap. Dapur SPPG Nabire menjadi wadah bagi mereka untuk berkarya dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Inisiatif ini juga sekaligus menepis berbagai isu negatif yang mungkin beredar di tengah masyarakat.
Pemberdayaan Ekonomi Lokal Melalui Dapur SPPG Nabire
Antusiasme masyarakat, khususnya warga OAP, untuk terlibat sebagai tenaga kerja di SPPG sangat tinggi. Hal ini terlihat jelas saat proses wawancara dalam rekrutmen relawan untuk dapur SPPG ke-12 di Nabire, yakni SPPG Jayanti, pada Minggu (8/3). Antrean pendaftaran dipadati oleh orang asli Papua, baik mama-mama Papua maupun pemuda Papua, menunjukkan minat besar dalam program ini.
Keterlibatan tenaga kerja OAP dalam operasional dapur SPPG ini merupakan bagian integral dari upaya pemberdayaan masyarakat lokal. Marsel Asyerem menegaskan bahwa dengan mempekerjakan OAP, program ini secara langsung memberikan manfaat ekonomi kepada komunitas setempat. Ini juga menjadi bukti nyata bahwa program MBG tidak bertujuan merugikan orang asli Papua, melainkan justru mengangkat potensi mereka.
Keberadaan Dapur SPPG Nabire diharapkan dapat terus membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di wilayah tersebut. Marsel Asyerem menekankan pentingnya melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja ketika dapur SPPG dibangun di wilayah Papua. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari program ini dapat dirasakan secara langsung oleh mereka yang membutuhkan.
Operasional dan Harapan Dapur SPPG Jayanti
Dapur SPPG Jayanti dijadwalkan mulai beroperasi pada Senin (9/3) dan akan melayani tiga sekolah dasar di wilayah Kelurahan Wonorejo. Persiapan telah dilakukan untuk memastikan kelancaran operasionalnya. Ini menandai perluasan jangkauan program MBG di Nabire.
Marsel Asyerem juga mengingatkan para pekerja untuk selalu mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Hal ini termasuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin dan menjaga kedisiplinan dalam bekerja. Kepatuhan terhadap SOP sangat penting untuk menjamin kualitas dan keamanan makanan yang disajikan.
Selain itu, para pekerja diharapkan dapat mengatur waktu kerja dengan baik, mengingat operasional dapur dilakukan dalam beberapa waktu kerja. Beberapa shift mungkin berlangsung hingga malam hari atau dini hari. Pengaturan waktu yang efisien akan memastikan semua tugas dapat diselesaikan tepat waktu.
Sumber: AntaraNews