Dapur SPPG Polri Nabire: Komitmen Polri Dukung Gizi dan Ekonomi Masyarakat 3T

Kapolda Papua Tengah menegaskan pembangunan Dapur SPPG Polri Nabire di wilayah 3T merupakan komitmen nyata Polri dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis dan menggerakkan ekonomi lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dapur SPPG Polri Nabire: Komitmen Polri Dukung Gizi dan Ekonomi Masyarakat 3T
Kapolda Papua Tengah menegaskan pembangunan Dapur SPPG Polri Nabire di wilayah 3T merupakan komitmen nyata Polri dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis dan menggerakkan ekonomi lokal. (AntaraNews)

Kapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Jermias Rontini, menyatakan bahwa pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Pulau Napan, Kabupaten Nabire, adalah bentuk kontribusi langsung kepolisian kepada masyarakat. Inisiatif ini secara spesifik bertujuan untuk mendukung program pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Proyek ini menunjukkan peran Polri yang melampaui tugas keamanan semata, merambah ke sektor kesejahteraan sosial.

Pembangunan dapur SPPG ini telah dimulai sejak 26 Februari 2026 dan diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan bagi warga Nabire serta masyarakat Papua Tengah secara umum. Kehadiran fasilitas ini di wilayah terpencil, terdepan, dan terluar (3T) menjadi kesempatan bagi Polri untuk berkolaborasi dengan pemerintah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Marsel Asyerem, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire, menyoroti bahwa dapur SPPG Polri di Distrik Napan merupakan dapur kategori 3T pertama yang dibangun oleh Polri di Kabupaten Nabire. Keberadaan dapur ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemenuhan gizi, melainkan juga berpotensi besar sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Ini akan berbasis pada pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia di daerah tersebut.

Kombes Pol. Jermias Rontini menegaskan bahwa pembangunan Dapur SPPG Polri merupakan manifestasi komitmen kuat Polri untuk berkontribusi secara langsung kepada masyarakat. Fokus utamanya adalah mendukung pemenuhan kebutuhan gizi, khususnya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Inisiatif ini menunjukkan bahwa Polri memiliki peran multidimensional dalam pembangunan nasional.

Polres Nabire saat ini sedang dalam proses pembangunan dapur SPPG tersebut, dengan harapan besar dapat memberikan dampak positif yang luas. Manfaatnya diharapkan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Nabire, tetapi juga seluruh wilayah Papua Tengah. Kehadiran fasilitas ini di daerah 3T merupakan langkah strategis untuk menjangkau komunitas yang paling membutuhkan.

Polri tidak hanya berfokus pada tugas utama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif membantu pemerintah dalam berbagai program kesejahteraan. Pembangunan dapur gizi ini adalah contoh nyata bagaimana institusi kepolisian berupaya meningkatkan kualitas hidup warga. Ini adalah bentuk pelayanan publik yang lebih holistik dan terintegrasi.

Keberadaan Dapur SPPG Polri ini diharapkan dapat berdiri kokoh dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam membantu pemenuhan gizi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kesejahteraan generasi mendatang. Polri berkomitmen untuk memastikan program ini berjalan efektif dan berkelanjutan.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire, Marsel Asyerem, menjelaskan bahwa Dapur SPPG Polri di Distrik Napan memiliki potensi lebih dari sekadar penyedia gizi. Fasilitas ini dipandang sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang kuat, terutama jika berbasis pada pemanfaatan sumber daya lokal. Ini akan menciptakan nilai tambah bagi produk-produk asli daerah.

Masyarakat Distrik Napan diimbau untuk memanfaatkan peluang ini dengan mengembangkan kegiatan produktif di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Sektor-sektor ini dapat menjadi fondasi ekonomi lokal yang kuat dan berkelanjutan. Dengan demikian, warga dapat menjadi pelaku ekonomi aktif, bukan hanya penerima manfaat dari program Dapur SPPG Polri.

Pengembangan sektor pangan lokal ini akan membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat, mengurangi ketergantungan pada aktivitas ekonomi di Kota Nabire. Ini adalah strategi pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Pendekatan ini mendorong masyarakat untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok pangan.

Inisiatif ini merupakan bagian integral dari strategi pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal yang lebih luas. Dapur SPPG Polri di Nabire menjadi titik sentral untuk mengkoordinasikan upaya peningkatan kesejahteraan. Ini akan mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan daerah mereka sendiri.

Polri telah menunjukkan komitmen serius untuk memperluas jangkauan program ini dengan rencana pembangunan 10 Dapur SPPG di Kabupaten Nabire. Hal ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak wilayah yang masuk dalam kategori 3T. Upaya ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk pemerataan pembangunan dan kesejahteraan.

Badan Gizi Nasional (BGN) mengidentifikasi kebutuhan yang lebih besar untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan maksimal di Nabire. BGN membutuhkan total 49 titik Dapur SPPG di wilayah 3T. Ini menunjukkan skala tantangan dan kebutuhan yang ada di lapangan.

Selain itu, BGN juga memerlukan 22 dapur tambahan di kawasan perkotaan untuk melengkapi infrastruktur pemenuhan gizi. Kombinasi dapur di daerah 3T dan perkotaan akan memastikan cakupan yang komprehensif. Ini akan mendukung distribusi gizi yang merata di seluruh Kabupaten Nabire.

Perluasan ini akan memastikan bahwa program MBG dapat diimplementasikan secara efektif, menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kolaborasi antara Polri, BGN, dan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan. Ini adalah langkah progresif menuju peningkatan kualitas hidup dan kesehatan publik di Papua Tengah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi