Lima Dapur Program Makan Bergizi Gratis Beroperasi Optimal di Papua Pegunungan
Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan lima dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Pegunungan beroperasi optimal, memastikan pemenuhan gizi bagi generasi muda di wilayah tersebut dan menarik perhatian publik.
Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan bahwa lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Pegunungan kini beroperasi secara optimal. Program ini bertujuan memastikan asupan gizi yang memadai bagi anak-anak di daerah tersebut. Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam upaya peningkatan kesehatan generasi muda Papua Pegunungan.
Ketua Kelompok SPPG Papua Pegunungan, Wahyu Adi Pratama, pada Minggu di Wamena, mengonfirmasi data tersebut. Dari total lima dapur MBG yang tercatat, empat dapur berada di Kabupaten Jayawijaya dan satu lainnya di Kabupaten Yahukimo. Dapur-dapur ini berperan vital dalam distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat.
Program MBG di Kabupaten Yahukimo diketahui telah berjalan lebih dulu sejak Januari 2025, dikelola oleh Yayasan Baliem Bakti Papua. Sementara itu, dapur-dapur di Kabupaten Jayawijaya mulai beroperasi setelahnya. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah dan berbagai pihak dalam mendukung kesehatan masyarakat Papua Pegunungan.
Capaian dan Distribusi Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menunjukkan capaian signifikan di Papua Pegunungan dengan lima dapur yang beroperasi optimal. Empat dari dapur tersebut berlokasi di Kabupaten Jayawijaya, sedangkan satu dapur lainnya berada di Kabupaten Yahukimo. Distribusi ini memastikan jangkauan program lebih luas di wilayah tersebut.
Dapur MBG di Kabupaten Yahukimo, yang dikelola oleh Yayasan Baliem Bakti Papua, telah memulai operasionalnya sejak Januari 2025. Program ini mendahului operasional dapur-dapur di Kabupaten Jayawijaya. Sebanyak 1.086 penerima manfaat dari 18 satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, telah merasakan dampak positif program ini di Yahukimo.
Di Kabupaten Jayawijaya, program MBG awalnya dimulai dengan dua dapur, kemudian bertambah menjadi empat dapur yang beroperasi saat ini. Tiga organisasi berbeda mengelola dapur-dapur ini, yaitu Yayasan Kitong Bisa, Yayasan Yapis, dan Yayasan Baliem Bhakti Papua. Setiap dapur di Jayawijaya mampu mengelola antara 3.500 hingga 4.000 paket MBG.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Program
SPPG terus menjalin komunikasi aktif dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, demi keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk memastikan program dapat terus berjalan dan berkembang. Dukungan dari berbagai pihak sangat esensial untuk mencapai tujuan program.
Harapan besar disampaikan agar jumlah dapur MBG tidak hanya terbatas pada lima dapur di dua kabupaten saat ini. SPPG berharap program ini dapat terus bertambah dan menjangkau enam kabupaten lain di Papua Pegunungan. Perluasan jangkauan akan memastikan pemenuhan gizi dapat menyentuh lebih banyak generasi muda di seluruh daerah.
Perluasan program ini diharapkan dapat mengatasi tantangan gizi di daerah terpencil dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak. Dengan demikian, upaya pemenuhan gizi yang merata dapat terwujud, mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal generasi penerus bangsa. Komitmen bersama menjadi fondasi utama keberhasilan jangka panjang program ini.
Sumber: AntaraNews