Dampak Gempa Bekasi, Perjalanan Kereta Jarak Jauh Jadi Molor
PT Kereta Api Indonesia (KAI) belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan ini.
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (20/8) pukul 19.55 WIB, berdampak pada terganggunya jadwal perjalanan sejumlah kereta Jarak jauh, termasuk Kereta Api (KA) Sawunggalih rute Senen–Kutoarjo
KA Sawunggalih yang seharusnya diberangkatkan pada pukul 20.10 WIB, hingga pukul 21.00 WIB belum juga diberangkatkan. Sementara itu, sejumlah kereta api lain dengan jadwal keberangkatan di atas pukul 20.00 WIB sudah mulai berjalan kembali secara bertahap.
"Kereta Sawunggalih rute Senin–Kutoarjo harusnya jalannya jam 20.10, belum jalan sampai sekarang. Untuk kereta yang harusnya jalan jam 20 ke atas sudah berjalan," ungkap Daniel, seorang karyawan yang berada di lokasi.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan ini, namun diduga penundaan terjadi sebagai bentuk prosedur pengamanan pascagempa yang mengguncang Jakarta dengan magnitudo 4,9.
Sebelumnya, BMKG melaporkan bahwa pusat gempa berada di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan getarannya dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah ibu kota, termasuk area perlintasan kereta.
Belum ada informasi lebih lanjut mengenai dampak gempa terhadap infrastruktur rel. Namun, sesuai protokol keselamatan, perjalanan kereta api biasanya akan ditunda sementara hingga dilakukan pemeriksaan lintas jalur untuk memastikan kondisi aman bagi operasional.
Penumpang di beberapa stasiun dilaporkan menunggu lebih lama dari jadwal semula. Sejumlah calon penumpang KA Saung Galih mengaku belum mendapatkan informasi pasti mengenai jadwal keberangkatan terbaru.