Gempa Magnitudo 4,9 di Bekasi Dipicu Aktivitas Sesar Baribis
Gempa berkekuatan magnitudo 4,9 yang mengguncang sejumlah wilayah Jawa Barat disebabkan oleh aktivitas zona Sesar Baribis.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, M. Wafid, mengungkapkan gempa berkekuatan magnitudo 4,9 yang mengguncang sejumlah wilayah Jawa Barat disebabkan oleh aktivitas zona Sesar Baribis.
Sesar Baribis dikenal sebagai patahan aktif yang memanjang dari Purwakarta hingga Majalengka, bahkan melintas ke wilayah selatan Jakarta.
Patahan ini digolongkan salah satu yang paling berbahaya di Jawa Barat karena berpotensi memicu gempa merusak, termasuk gempa besar dengan skala megathrust.
“Analisis parameter sumber gempa bumi menunjukkan bahwa gempa ini diakibatkan oleh sesar naik pada zona Sesar Baribis,” ujar Wafid dalam keterangannya.
Ia menjelaskan pusat gempa berada di daratan, dengan morfologi wilayah sekitar berupa dataran berombak, perbukitan, hingga pegunungan.
Litologi kawasan ini tersusun atas batuan sedimen berumur Tersier, batuan gunung api berumur Kuarter, serta endapan aluvium berumur Resen.
Berdasarkan data tapak lokal (Vs30), wilayah terdekat pusat gempa diklasifikasikan ke dalam kelas tanah C (tanah sangat padat dan batuan lunak), kelas tanah D (tanah sedang), serta kelas tanah E (tanah lunak).
“Batuan yang berumur lebih muda dan telah mengalami pelapukan cenderung memiliki tingkat kekerasan rendah, sehingga guncangan gempa terasa lebih kuat,” jelasnya.
Getaran gempa turut dirasakan dengan intensitas III–IV MMI (Modified Mercalli Intensity) di Bekasi, serta III MMI di Purwakarta, Jakarta, Depok, Cikarang, dan Bandung.
Meski demikian, gempa ini tidak menimbulkan potensi tsunami karena pusatnya berada di darat.
“Daerah tersebut masuk dalam kawasan rawan bencana gempa bumi menengah. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, dan mengikuti arahan resmi dari BPBD maupun sumber terpercaya lainnya,” kata Wafid.
Terjadi gempa susulan
Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, hingga pukul 20:35 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 (satu) aktivitas gempabumi susulan dengan magnitude M2.1
Berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa ini dirasakan di wilayah Bekasi dengan Skala Intensitas III - IV MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu - Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, diluar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi).
Di Purwakarta, Cikarang dan Depok dengan Skala Intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu),
Di Bandung, Jakarta, Tangerang Selatan, Bekasi Timur dengan Skala Intensitas II - III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang - Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).
Di Tangerang, Pandegalang, Cianjur dan Pelabuhanratu, Lebak dengan Skala Intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).