Banjir Pekalongan Lumpuhkan Perjalanan Kereta, 11 KA dari Jakarta Dibatalkan
Imbas banjir Pekalongan, PT KAI Daop 1 Jakarta terpaksa melakukan pembatalan kereta api. Sebanyak 11 perjalanan dari Stasiun Pasar Senen dan Gambir dibatalkan, bagaimana nasib penumpang?
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengumumkan pembatalan 11 perjalanan kereta api pada Senin, 19 Januari. Pembatalan ini terjadi akibat dampak signifikan banjir yang melanda sejumlah lokasi jalur rel di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah. Keputusan ini diambil untuk menjamin keselamatan dan kelancaran operasional perjalanan kereta api.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa langkah ini terpaksa diambil karena potensi kelambatan yang sangat tinggi. Apabila perjalanan tetap dilanjutkan melalui jalur yang terdampak banjir, risiko gangguan akan meningkat. Prioritas utama KAI adalah keselamatan penumpang dan kru dalam setiap perjalanan.
Pembatalan ini mencakup keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir di Jakarta. Calon penumpang yang terdampak telah diinformasikan melalui berbagai kanal resmi. KAI juga menyediakan opsi pengembalian bea tiket 100% bagi mereka yang perjalanannya dibatalkan.
Daftar Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan
Sebanyak 11 perjalanan kereta api dari dua stasiun utama di Jakarta mengalami pembatalan pada Senin, 19 Januari. Dari Stasiun Pasar Senen, dua kereta yang dibatalkan adalah KA 178 Tawang Jaya Premium dengan relasi Pasar Senen–Tegal–Pekalongan–Semarang Tawang, yang seharusnya berangkat pukul 06.45 WIB. Selain itu, KA 204 Tegal Bahari dengan relasi Pasar Senen–Cirebon–Tegal, yang dijadwalkan berangkat pukul 10.40 WIB, juga turut dibatalkan.
Sementara itu, dari Stasiun Gambir, sembilan perjalanan kereta api lainnya juga tidak dapat beroperasi. Ini termasuk KA 7002A Gajayana Tambahan relasi Gambir-Malang yang dijadwalkan pukul 00.10 WIB, serta KA 26 Argo Merbabu relasi Gambir-Semarang Tawang pukul 06.00 WIB. Pembatalan ini merupakan respons atas kondisi jalur rel yang tidak memungkinkan untuk dilalui dengan aman.
Daftar kereta api lain yang dibatalkan dari Stasiun Gambir meliputi KA 130B Papandayan relasi Gambir–Bandung–Garut (06.35 WIB), KA 50F Purwojaya relasi Gambir–Cirebon–Purwokerto–Cilacap (07.00 WIB), dan KA 20 Argo Muria relasi Gambir–Semarang Tawang (07.15 WIB). Gangguan operasional ini berupaya meminimalisir risiko perjalanan.
Selanjutnya, KA 2 Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Semarang–Surabaya (08.20 WIB), KA 138B Parahyangan relasi Gambir–Bandung (09.15 WIB), KA 58F Purwojaya relasi Gambir-Cilacap (13.25 WIB), dan KA 7004 Sembrani Tambahan relasi Gambir-Semarang-Surabaya (14.45 WIB) juga termasuk dalam daftar pembatalan. KAI terus memantau situasi hingga kondisi kembali normal.
Kebijakan Pengembalian Tiket dan Informasi Penumpang
PT KAI Daop 1 Jakarta telah memastikan bahwa informasi mengenai pembatalan perjalanan kereta api ini telah disampaikan kepada seluruh calon penumpang. Pemberitahuan dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi resmi, termasuk aplikasi pesan atau SMS blast, serta kanal resmi KAI lainnya. Hal ini bertujuan agar penumpang dapat segera mengetahui perubahan jadwal perjalanan mereka.
Bagi calon penumpang yang perjalanannya dibatalkan, KAI memberikan kebijakan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen. Proses pengembalian ini dapat dilakukan dengan mudah melalui beberapa opsi yang tersedia. Penumpang dapat mengurus pengembalian di loket stasiun, melalui aplikasi resmi KAI, kanal resmi penjualan tiket, atau menghubungi Contact Center KAI 121.
Waktu pengajuan pengembalian bea tiket juga cukup fleksibel, yakni hingga H+7 sejak tanggal keberangkatan yang seharusnya. Kebijakan ini merupakan bentuk tanggung jawab KAI terhadap penumpang yang terdampak. KAI berupaya memberikan solusi terbaik di tengah kondisi darurat akibat bencana alam.
Prioritas Keselamatan di Tengah Banjir Pekalongan
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa seluruh keputusan operasional yang diambil semata-mata untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api. Kondisi banjir yang masih terjadi di beberapa titik jalur rel wilayah Pekalongan mengharuskan KAI mengambil langkah-langkah luar biasa. Ini demi menjaga standar keselamatan sarana dan prasarana perkeretaapian.
Gangguan operasional perjalanan kereta api masih berlangsung hingga Senin, 19 Januari, akibat genangan air dan banjir. Situasi ini secara langsung berdampak pada kelancaran perjalanan kereta api dari dan menuju wilayah Daop 1 Jakarta. KAI terus melakukan evaluasi dan pemantauan intensif terhadap kondisi jalur rel yang terdampak.
KAI berkomitmen untuk memastikan bahwa operasional kereta api hanya akan kembali normal setelah kondisi jalur dinyatakan aman sepenuhnya. Keselamatan perjalanan merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar. Oleh karena itu, pembatalan sejumlah perjalanan kereta api adalah langkah preventif yang krusial.
Sumber: AntaraNews