Jateng Respons Cepat Penanganan Darurat Peninggian Tanggul Sungai untuk Penanganan Banjir Pekalongan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat dalam Penanganan Banjir Pekalongan dengan mengirimkan alat berat untuk meninggikan tanggul sungai, merespons aduan warga terkait banjir berkepanjangan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jateng Respons Cepat Penanganan Darurat Peninggian Tanggul Sungai untuk Penanganan Banjir Pekalongan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menangani aduan banjir berkepanjangan di Kabupaten Pekalongan, fokus pada peninggian tanggul dan normalisasi sungai untuk mengatasi Penanganan Banjir Pekalongan. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan respons cepat terhadap aduan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang dilanda banjir berkepanjangan. Langkah tanggap darurat ini melibatkan pengerahan alat berat untuk penanganan peninggian tanggul dan normalisasi sungai di wilayah tersebut.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menyatakan bahwa permintaan warga relatif sederhana, yakni ketersediaan alat berat untuk meninggikan tanggul sungai guna mencegah banjir. Banjir yang telah menggenangi wilayah itu hingga 17 hari menjadi perhatian serius pemerintah provinsi.

Inisiatif ini diambil setelah laporan pertama diterima saat Wagub Taj Yasin berada di Pekalongan untuk agenda lain, menunjukkan komitmen Pemprov Jateng dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi warganya. Penanganan ini diharapkan dapat mengembalikan aktivitas warga yang terganggu.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, segera menanggapi keluhan warga Kabupaten Pekalongan terkait Penanganan Banjir Pekalongan yang tak kunjung surut. Aduan tersebut diterima saat Wagub sedang berada di Pekalongan untuk kegiatan lain, yang kemudian ditindaklanjuti dengan komunikasi langsung.

Masyarakat mengeluhkan banjir yang telah berlangsung selama 17 hari, menyebabkan gangguan signifikan terhadap kehidupan sehari-hari. Permintaan utama dari warga adalah pengadaan alat berat untuk meninggikan tanggul sungai, sebuah solusi yang dianggap krusial untuk mengatasi luapan air.

Pemprov Jateng kemudian mengirimkan alat berat sebagai bagian dari upaya penanganan darurat. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat proses peninggian tanggul dan normalisasi sungai, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat.

Taj Yasin Maimoen menekankan bahwa peninggian tanggul dan normalisasi sungai merupakan langkah penting untuk mencegah banjir berulang di Pekalongan. Normalisasi sungai bertujuan untuk mengembalikan fungsi sungai agar dapat menampung debit air secara optimal, terutama saat musim hujan deras.

Penguatan tanggul sungai juga menjadi prioritas untuk menahan luapan air agar tidak melimpas ke permukiman warga. Wagub mengapresiasi kesadaran warga yang mulai memahami bahwa aktivitas di bantaran sungai turut menjadi salah satu penyebab banjir.

Pemanfaatan bantaran sungai secara tidak terkendali dapat menyebabkan penurunan elevasi tepi sungai, sehingga air mudah meluap. Oleh karena itu, upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian dan fungsi sungai.

Warga Desa Tegaldowo Harmonis secara proaktif mengadu kepada Wakil Gubernur Jateng setelah mengetahui keberadaan beliau di Pondok Pesantren Roudhlotul Quran, Jetak Kidul, Wonopringo. Inisiatif ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan mereka.

Kepala Desa Tegaldowo, Budi Junaidi, menjelaskan bahwa dampak banjir telah mengganggu berbagai aktivitas warga, mulai dari pekerjaan hingga pendidikan. Kondisi ini mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan konkret.

Warga sangat berharap Sungai Sengkarang segera dinormalisasi, karena luapan airnya banyak berasal dari sungai tersebut. Normalisasi diharapkan dapat mengakhiri penderitaan warga akibat banjir berkepanjangan dan mengembalikan kehidupan normal di Pekalongan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi