Banjir yang melanda wilayah Pekalongan, Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, tidak memberikan dampak besar terhadap operasional kereta barang PT Kereta Api Indonesia (KAI). Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, pada Minggu (18/1), menegaskan bahwa distribusi logistik melalui jalur kereta api tetap terkendali. Pernyataan ini disampaikan untuk menenangkan kekhawatiran terkait potensi gangguan pada rantai pasok nasional.
Meskipun demikian, cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah memicu pembatalan sejumlah perjalanan kereta penumpang. Hujan intensitas tinggi, tanggul jebol, dan air pasang menjadi penyebab utama gangguan ini. Akibatnya, KAI harus mengambil langkah pembatalan perjalanan demi keselamatan penumpang dan kelancaran operasional.
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI memberikan kompensasi penuh kepada pelanggan yang perjalanannya dibatalkan. Proses pengembalian tiket atau refund telah disiapkan melalui berbagai kanal. Hal ini menunjukkan komitmen KAI dalam melayani dan memberikan solusi terbaik bagi para pengguna jasa kereta api di tengah kondisi darurat.
Advertisement
Advertisement
Operasional Kereta Barang Tetap Aman dari Dampak Banjir Pekalongan
PT KAI menjamin bahwa operasional kereta barang tidak mengalami gangguan signifikan akibat banjir di Pekalongan. Bobby Rasyidin menyatakan, "Perlu kami sampaikan untuk kereta barang ini tidak ada something yang very important, kemudian itu pun relasinya dari Kalimas ke Tanjung Priok. Jadi mudah-mudahan tidak ada impact logistiknya sama sekali di sini." Jaminan ini penting untuk menjaga stabilitas distribusi barang antar wilayah. Perusahaan terus berkoordinasi erat dengan para mitra logistik untuk memastikan kelancaran pengiriman.
Koordinasi yang intensif ini bertujuan untuk meminimalkan potensi hambatan. KAI berkomitmen untuk terus memantau kondisi jalur. Upaya ini memastikan bahwa jalur distribusi utama tetap berfungsi optimal. Dengan demikian, pasokan barang kebutuhan pokok dan industri tidak terhambat oleh kondisi cuaca ekstrem.
KAI terus melakukan evaluasi terhadap kondisi jalur secara berkala. Langkah proaktif ini diambil untuk mengantisipasi perubahan situasi. Keamanan dan kelancaran operasional kereta barang menjadi prioritas utama. Hal ini demi mendukung perekonomian nasional yang bergantung pada kelancaran logistik.
Advertisement
Advertisement
Pembatalan dan Kompensasi Perjalanan Kereta Penumpang Akibat Cuaca Ekstrem
Dampak cuaca ekstrem terhadap layanan kereta secara umum cukup terasa dalam beberapa hari terakhir. Hujan dengan intensitas tinggi yang diperparah oleh tanggul jebol dan air pasang menyebabkan sejumlah perjalanan kereta mengalami pembatalan dan keterlambatan. Sebanyak 82 perjalanan kereta api penumpang dibatalkan akibat banjir di Daop 4 Semarang, khususnya di wilayah Pekalongan.
Selain pembatalan kereta penumpang, 16 kereta barang juga terdampak. Tidak hanya itu, 76 kereta lainnya mengalami keterlambatan. Kondisi ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan bagi ribuan penumpang. Namun, KAI bergerak cepat untuk memberikan solusi.
KAI mencatat sekitar 18 ribu penumpang telah mengajukan pengembalian tiket akibat banjir di Pekalongan. Kompensasi berupa pengembalian tiket diberikan secara penuh atau 100 persen. Proses refund ini dapat diakses melalui tiga kanal utama, yaitu loket stasiun, layanan KAI 121, serta aplikasi Access by KAI. Kemudahan akses ini diharapkan dapat membantu penumpang yang terdampak.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Gangguan dan Upaya Pemulihan Jalur Rel
Gangguan awal pada jalur kereta api terjadi di kilometer 88+4/8, antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri. KAI segera melakukan operasi pemulihan pada 17 Januari. Upaya tersebut meliputi pengangkatan rel dan penebaran sekitar 105 meter kubik balas. Tindakan ini dilakukan agar jalur kembali dapat dilewati dengan aman.
Namun, pada malam hari di tanggal yang sama, kondisi kembali memburuk. Luapan dua sungai yang mengapit jalur rel di kilometer 88+900 hingga 89+100, di lintas antara Stasiun Pekalongan dan Sragi, memperparah situasi. Kejadian ini menunjukkan tantangan besar dalam menjaga infrastruktur kereta api di tengah bencana alam. KAI terus berupaya keras untuk mengatasi dampak ini.
Tim teknis KAI bekerja tanpa henti untuk memulihkan jalur yang terdampak. Prioritas utama adalah memastikan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api. Proses pemulihan melibatkan pengerahan sumber daya besar. Hal ini termasuk peralatan berat dan tenaga ahli. KAI bertekad untuk mengembalikan operasional normal secepat mungkin.
Advertisement
Sumber: AntaraNews