Dampak Ekonomi Program Makan Bergizi Gratis: Ribuan Lapangan Kerja Baru dan UMKM Bangkit
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi signifikan dengan menciptakan ribuan lapangan kerja baru dan membangkitkan UMKM lokal. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayan
Jakarta, 13 Februari 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah menunjukkan dampak positif yang meluas, tidak hanya dalam aspek pemenuhan gizi, tetapi juga terhadap perekonomian nasional. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa inisiatif ini telah berhasil menciptakan ribuan lapangan kerja dan mendorong kebangkitan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.
Dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang diikuti secara daring di Jakarta, Dadan Hindayana memaparkan bahwa 60 persen pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini mampu membeli sepeda motor dari hasil pekerjaan mereka. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan daya beli dan kesejahteraan yang signifikan di kalangan pekerja program tersebut.
Dampak positif ini juga terlihat dari data penjualan kendaraan bermotor yang mencapai 4,9 juta unit pada tahun 2025, yang sebagian besar terdongkrak oleh keberadaan Program MBG. Ini menunjukkan bagaimana program pemerintah dapat menjadi stimulus kuat bagi sektor industri dan menciptakan efek domino ekonomi yang positif.
MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sektor Riil
Program Makan Bergizi Gratis telah terbukti menjadi motor penggerak bagi sektor riil, terutama dalam peningkatan permintaan bahan pangan. Dadan Hindayana menjelaskan bahwa satu SPPG saja membutuhkan pasokan pisang sebanyak 3.000 buah untuk sekali makan, menunjukkan skala kebutuhan yang masif.
Lonjakan permintaan ini secara langsung menghidupkan kembali para petani hidroponik dan pegawai pabrik tahu yang sempat lesu. Selain itu, permintaan susu juga mengalami peningkatan drastis, dengan satu SPPG membutuhkan 450 liter susu setiap hari. Kondisi ini mendorong banyak pengusaha susu untuk berinvestasi pada cold storage guna mendukung kelancaran Program MBG.
BGN kini memiliki peran ganda, yaitu menciptakan permintaan (demand) dan menjamin pembelian dari seluruh produk yang ada. Pendekatan ini memastikan bahwa produk-produk pertanian dan olahan lokal memiliki pasar yang pasti, sehingga memberikan kepastian ekonomi bagi para produsen.
Penciptaan Lapangan Kerja dan Penguatan UMKM Lewat MBG
Salah satu dampak paling nyata dari Program MBG adalah penciptaan lapangan kerja secara masif. Dadan Hindayana menyebutkan bahwa setiap SPPG membutuhkan setidaknya 50 orang pegawai, yang secara langsung menyerap tenaga kerja lokal. Selain itu, keberadaan SPPG juga membuka peluang bagi pemasok lokal untuk terlibat dalam rantai pasok.
Melalui MBG, tumbuh wirausaha-wirausaha baru yang secara signifikan meningkatkan produktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Program ini tidak hanya sekadar memberikan makanan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang inklusif, di mana UMKM menjadi tulang punggung penyedia kebutuhan program.
Investasi pada ekonomi melalui program seperti MBG merupakan salah satu cara mewujudkan perekonomian yang pintar. BGN memastikan bahwa makanan yang diberikan kepada penerima manfaat adalah makanan berkualitas yang belum pernah mereka makan, sekaligus menjamin pembelian dari seluruh produk yang ada, sehingga menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan.
MBG: Pendekatan Ekonomi Baru untuk Gizi Seimbang
Dadan Hindayana menekankan pentingnya MBG mengingat kondisi gizi anak-anak Indonesia. Ia menyebutkan bahwa 60 persen anak Indonesia tidak memiliki akses terhadap gizi seimbang dan belum pernah minum susu, sementara rata-rata pendidikan orang tua hanya sembilan tahun.
Program ini mulai mendapatkan pengakuan dari para ahli ekonomi sebagai pendekatan ekonomi baru dalam pembangunan di Indonesia. MBG dianggap unik karena belum pernah ada program ekonomi di Indonesia yang secara bersamaan mendorong pertumbuhan produksi dan menjamin pembelian produk.
Dengan demikian, MBG tidak hanya berfungsi sebagai program sosial untuk pemenuhan gizi, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, memastikan fondasi yang kuat bagi generasi mendatang.
Sumber: AntaraNews