Curhat Bupati Banyumas ke Gubernur Lutfhi Soal Tambang: Saya Didemo Terus
Bupati Banyumas merasa resah adanya warganya yang akan berunjuk rasa aksi penolakan terhadap aktivitas penambangan di tiga desa tambang Ciloko.
Bupati Banyumas, Jawa Tengah, Sadewo Tri Lastiono merasa resah adanya warganya yang akan berunjuk rasa aksi penolakan terhadap aktivitas penambangan di tiga desa tambang Ciloko, lokasi tambang batu granit Desa Basih Kecamatan Kedungbanteng, dan lokasi tambang galian C di Baturraden.
"Di banyumas memang banyak viral penambangan. Di Ciloko walaupun sudah berlangsung tahun lalu. Tetapi penolakannya semakin meluas," kata dia di Semarang.
Adanya protes dari warga membuat lokasi penambangan di Desa Basih Kedungbanteng harus dihentikan. Namun, pihaknya juga memasang banner untuk menutup aktivitas penambangan batu granit untuk merespon desakan dari warganya.
"Kami sudah pasang banner ditutup sementara. Ini atas inisiatif saya. Masyarakat tetap menuntut ditutup permanen. Tapi kalau ditutup permanen penambangnya pasti lari. Maka ditutup sementara dulu. Sambil UKL UPL dilengkapi," ungkapnya.
Aksi penolakan lain juga muncul di lokasi penambangan pasir galian C Kecamatan Baturraden. Khusus masalah tambang di Baturaden ia mengaku jadi masalah tersendiri karena kewenangan yang mengeluarkan izin tambang dari Dinas ESDM Jateng.
"Ini jadi masalah Pak Gub karena izin tambang galian C ada di ESDM Jateng. Jadinya yang masih didemo terus saya di Basih dan Baturaden," ujarnya.
Respons Gubernur Lutfhi
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, adanya aksi penolakan kegiatan tambang musti dijadikan pelajaran bagi bupati yang lain.
"Karena kadang kadang kita dinego dengan penambang atau pihak manapun izin penetapan lokasi tidak ada soal. Kalau tidak untuk nusa dan bangsa mending tidak usah. Jadi ada yang grundel mburi di sisi lain pemprov tidak bisa menjembatani tapi di sisi lain penambangnya merasa bisa menego," jelasnya.
Pihaknya menawarkan solusi kepada para bupati dan walikota termasuk Bupati Banyumas untuk menuntaskan persoalan tambang di daerahnya. Pilihan yang akan ia tempuh yaitu dengan membentuk tim satgas khusus penambangan.
"Nanti dibentuk satgas khusus dari ESDM, kejaksaan, Kodam karena dampak malapetaka di Aceh ujung-ujungnya tambang. Maka dari kita jangan sampai menyalahgunakan wewenang," tandasnya.