Cerita Pemuda di Bulukumba Tertipu Uang Palsu Usai Jual Handphone
Korban pun akhirnya bertemu dengan pelaku di Lapangan Sepak Bola Ujung Loe. Korban menyerahkan ponsel, sementara pelaku membayar dengan uang tunai Rp1,2 juta.
Warga Desa Sopa, Kabupaten Bulukumba Khusnul Qhatib (20) menjadi korban peredaran uang palsu usai menjual handphone Vivo Y28 miliknya. Khusnul baru mengetahui uang sebesar Rp1,2 juta hasil penjualan Handphone miliknya palsu saat akan disetorkan di BRI Link.
Kepala Kepolisian Resor Bulukumba Ajun Komisaris Besar Restu Wijayanto membenarkan adanya laporan terkait peredaran uang palsu. Adanya peredaran uang palsu setelah seorang warga melapor pada Minggu (22/3), usai transaksi jual handphone di Lapangan Sepak Bola Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba.
"Kejadiannya hari Minggu (22/3), pukul 20.55 Wita. Korban menjual handphone kepada seseorang yang dikenalnya melalui media sosial," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Rabu (25/3).
Mantan Kepala Kepolisian Resor Pelabuhan Makassar ini menjelaskan kronologi kejadian berawal saat korban menjual telepon genggam miliknya melalui media sosial. Tak butuh waktu lama, seorang calon pembeli merespons.
"Percakapan berlanjut hingga keduanya sepakat bertemu langsung untuk menyelesaikan transaksi di Lapangan Sepak Bola Ujung Loe," kata dia.
Korban pun akhirnya bertemu dengan pelaku di Lapangan Sepak Bola Ujung Loe. Korban menyerahkan ponsel, sementara pelaku membayar dengan uang tunai Rp1,2 juta.
"Saat itu korban tidak memeriksa dengan teliti uang yang dibayarkan. Korban baru mengetahui uang Rp1,2 juta yang diterimanya adalah uang palsu," bebernya.
Uang Pecahan Rp100.000
Restu mengungkapkan korban mengetahui uang pecahan Rp100.000 sebanyak 12 lembar tersebut palsu saat disetor ke agen BRI Link. Khusnul pun harus tertunduk lesu mengetahui telah menjadi korban penipuan uang palsu.
"Kami sedang selidiki kasus ini. Anggota juga sudah turun," tegasnya.
Restu pun mengingatkan kepada warga untuk selalu waspada akan peredaran uang palsu. Ia menyarankan kepada warga untuk selalu melakukan pengecekan agar tehindar dari peredaran uang palsu.