Butuh 2 Hari, Perumda Tirta Benteng Targetkan Normalisasi Air ke Ribuan Warga Tangerang
Perumda Tirta Benteng menargetkan normalisasi air ke pemukiman warga di empat kecamatan Kota Tangerang dalam 1-2 hari setelah perbaikan pipa utama. Simak detail upaya dan wilayah terdampak di sini.
Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, Banten, menyatakan bahwa proses normalisasi aliran air bersih ke pemukiman warga di empat kecamatan membutuhkan waktu satu hingga dua hari ke depan. Hal ini bertujuan agar distribusi air dapat kembali normal sepenuhnya setelah adanya gangguan. Target waktu ini ditetapkan pasca perbaikan pipa jaringan distribusi utama yang sempat mengganggu pasokan air.
Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, Tommy Herdiansyah, menjelaskan bahwa proses normalisasi masih terus berlangsung dan diperkirakan akan selesai dalam waktu yang telah ditentukan. Pihaknya memahami keresahan masyarakat dan memastikan seluruh tim bekerja maksimal untuk mempercepat pemulihan layanan. Kritik dan masukan dari pelanggan juga menjadi perhatian serius untuk perbaikan di masa mendatang.
Gangguan distribusi air ini sebelumnya berdampak pada 23 lokasi pemukiman warga di empat kecamatan wilayah Kota Tangerang, yaitu Periuk, Karawaci, Jatiuwung, dan Cibodas. Dampak yang dirasakan bervariasi mulai dari penurunan tekanan air hingga air tidak mengalir sama sekali. Perumda Tirta Benteng telah melakukan berbagai upaya mitigasi dan perbaikan untuk mengatasi masalah ini.
Upaya Perumda Tirta Benteng Pasca-Gangguan Distribusi Air
Perbaikan pada pipa jaringan distribusi utama yang menjadi sumber gangguan telah berhasil diselesaikan pada Jumat (12/9) dini hari. Setelah perbaikan, aliran air mulai kembali mengalir ke rumah pelanggan secara bertahap. Proses ini membutuhkan waktu untuk mencapai tekanan normal di seluruh jaringan.
Tommy Herdiansyah menegaskan komitmen perusahaan dalam menangani masalah ini. "Kami tidak tinggal diam. Informasi terus kami sampaikan dan pelayanan tetap berjalan," ujarnya. Transparansi dan komunikasi aktif menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan pelanggan selama masa pemulihan.
Selama masa gangguan, Perumda Tirta Benteng juga telah menyalurkan air bersih menggunakan truk tangki kepada pelanggan yang terdampak. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar air bersih warga tetap terpenuhi meskipun aliran pipa belum normal sepenuhnya. Distribusi ini menjangkau berbagai titik yang mengalami kelangkaan air.
Dampak dan Dukungan untuk Warga Terdampak
Sebanyak 23 lokasi pemukiman warga di empat kecamatan Kota Tangerang mengalami gangguan distribusi air. Wilayah yang terdampak meliputi Periuk, Karawaci, Jatiuwung, dan Cibodas. Beberapa perumahan dan kampung yang merasakan dampak antara lain Griya Duta Asri, Griya Gerbang Indah, Bugel Mas Indah, Pondok Arum, Villa Tangerang Indah, Kampung Nambo, Periuk Jaya Permai, Villa Grand Tomang, Villa Mutiara Pluit, Tomang Elang, Taman Jati Permai, Griya Sangiang Mas, Villa Tomang Raya I, Wisma Harapan, Total Persada, Griya Merpati Mas, Klaster Alamanda, Kampung Doyong Atas, Gembor, Purati Alam Permai, Kampung Doyong, Ruko Jati Baru, Ruko Rotterdam, Keroncong Permai, Pondok Makmur, Kampung Kebon Jati Kelapa, Orchid Park Residence, Duta Indah Residence, Taman Gerbang Raya, Panorama Cibodas, dan Pabuaran Residence.
Salah satu warga, Dina dari perumahan Duta Indah Residence Periuk, mengungkapkan pengalamannya. "Awalnya dikasih tahu Bu RT kalau jaringan air akan mati. Dikira sebentar, tapi sampai sekarang masih mati airnya," kata Dina. Keresahan ini menjadi perhatian utama Perumda Tirta Benteng dalam mempercepat normalisasi.
Dukungan juga diberikan oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Tangerang, mulai dari Bidang Pertamanan Disbudpar hingga BPBD. OPD tersebut membantu dalam penyediaan armada truk tangki untuk distribusi air bersih. "Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, termasuk dari OPD terkait yang memberikan dukungan armada," tambah Tommy Herdiansyah, menunjukkan sinergi antarlembaga dalam penanganan krisis ini.
Sumber: AntaraNews