Bupati Tala Dorong Peran Guru Adaptif Hadapi Tantangan Pendidikan Modern
Bupati Tanah Laut Rahmat Trianto menekankan pentingnya peran guru adaptif dalam menghadapi perkembangan zaman, demi menciptakan pendidikan berkualitas dan berdaya saing di era digital.
Bupati Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Rahmat Trianto, secara tegas meminta para guru untuk terus adaptif menghadapi perkembangan zaman yang dinamis. Permintaan ini disampaikan dalam Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Kabupaten Tanah Laut Tahun 2026 yang berlangsung di Pelaihari pada Sabtu, 24 Mei 2026. Beliau menekankan bahwa peningkatan kemampuan dan metode pembelajaran kekinian adalah kunci utama untuk relevansi pendidikan.
Acara tersebut menjadi forum penting bagi sekitar 150 peserta untuk mengevaluasi program kerja PGRI tahun 2025 dan menyusun agenda organisasi untuk tahun 2026. Tujuannya jelas, yaitu memperkuat kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Tanah Laut. Peran guru adaptif menjadi sorotan utama dalam upaya mencapai tujuan tersebut.
Perubahan cepat dalam teknologi dan pola belajar peserta didik menuntut para pendidik untuk terus mengembangkan diri. Rahmat Trianto menegaskan bahwa guru harus mampu menyesuaikan penyampaian ilmu pengetahuan dengan metode yang lebih modern dan efektif. Hal ini krusial agar proses pembelajaran tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan saat ini.
Pentingnya Guru Adaptif di Era Digital
Dalam sambutannya, Bupati H. Rahmat Trianto menyoroti bahwa kemampuan guru untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman adalah salah satu faktor penentu kualitas pendidikan. Di tengah arus perubahan dunia pendidikan yang semakin cepat, guru dituntut untuk tidak hanya mengajar, tetapi juga terus belajar dan meng-upgrade diri. Ini adalah langkah vital untuk memastikan lulusan mampu bersaing di masa depan.
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah lanskap pembelajaran secara fundamental, dari cara siswa mengakses informasi hingga metode mereka dalam memahami materi. Oleh karena itu, guru harus mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar, menciptakan pengalaman yang lebih interaktif dan menarik. “Para guru diharapkan dapat mengembangkan kemampuan, istilahnya upgrade, untuk menyesuaikan penyampaian ilmu pengetahuan dengan metode kekinian,” ujar Rahmat.
Adaptasi ini tidak hanya sebatas penggunaan perangkat digital, tetapi juga melibatkan perubahan paradigma dalam pendekatan pedagogis. Guru adaptif adalah mereka yang mampu mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa yang beragam dan merancang strategi pengajaran yang inovatif. Ini akan memastikan bahwa pendidikan di Tanah Laut tidak tertinggal dan selalu relevan dengan tuntutan zaman.
Konferensi Kerja PGRI sebagai Forum Strategis
Konkerkab I PGRI Kabupaten Tanah Laut Tahun 2026, yang diikuti oleh sekitar 150 peserta, berfungsi sebagai platform krusial untuk konsolidasi organisasi dan perumusan kebijakan. Forum ini tidak hanya mengevaluasi capaian program kerja PGRI tahun sebelumnya, tetapi juga merancang langkah-langkah strategis untuk tahun mendatang. Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Selain menjadi ajang evaluasi dan perencanaan, konferensi ini juga dimanfaatkan untuk membahas berbagai program strategis yang berkaitan langsung dengan peningkatan profesionalisme guru. Diskusi mendalam dilakukan mengenai metode pengajaran terbaru, pengembangan kurikulum, dan bagaimana guru dapat terus meningkatkan kompetensinya. Hal ini sejalan dengan visi menciptakan guru adaptif yang mampu menghadapi tantangan global.
PGRI sebagai organisasi profesi memiliki peran sentral dalam mengawal dan memajukan pendidikan. Melalui Konkerkab ini, diharapkan lahir rekomendasi-rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan untuk penguatan mutu pendidikan daerah. Rekomendasi tersebut akan menjadi panduan bagi seluruh anggota PGRI dalam menjalankan tugas dan fungsinya secara lebih efektif.
Komitmen Pemerintah Daerah dan Apresiasi untuk Guru
Bupati H. Rahmat Trianto menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap dedikasi para guru di Kabupaten Tanah Laut. Beliau mengakui bahwa kontribusi guru sangat besar dalam meningkatkan mutu pendidikan selama ini. “Dedikasi guru sangat luar biasa. Berkat peran serta beliau, pendidikan kita semakin berkualitas dan berdaya saing,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh PGRI dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Dukungan ini tidak hanya terbatas pada aspek peningkatan profesionalisme, tetapi juga mencakup perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Kesejahteraan guru yang terjamin akan berdampak positif pada motivasi dan kinerja mereka dalam mengajar.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Rahmat Trianto turut mengukuhkan Dian Rahmat Trianto sebagai Ibunda Guru. Pengukuhan ini dilaksanakan di Lantai 3 Algoritma Resto Pelaihari melalui pemasangan selempang, menambah momen penting dalam acara tersebut. Ini menunjukkan penghargaan terhadap peran serta berbagai pihak dalam dunia pendidikan.
Rahmat berharap, hasil dari Konkerkab I PGRI Kabupaten Tanah Laut 2026 dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang benar-benar dibutuhkan untuk kemajuan pendidikan di daerah. Rekomendasi strategis yang dihasilkan diharapkan mampu memperkuat kesiapan guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era perkembangan teknologi dan informasi yang terus bergerak maju.
Sumber: AntaraNews