Buang Air Kecil Sembarangan Berujung Nyawa Melayang, Begini Kronologinya
Kejadian ini bermula saat DW cekcok dengan J (67), karena J dinilai sering buang air kecil sembarangan. Dengan emosi DW memukul si kakek.
Buang air kecil sembarangan pemicu masalah hingga nyawa melayang. Seorang pria, DW (34) kehilangan nyawanya dan ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusuk.
Kejadian ini bermula saat DW cekcok dengan J (67), karena J dinilai sering buang air kecil sembarangan. Dengan emosi DW memukul si kakek.
Insiden itu pun berbuntut panjang. Anak J, DD (30) yang melihat ayahnya ditampar, langsung naik pitam. Terjadilah pergelutan antara DW pada Jumat malam (28/11).
Tanpa banyak debat, dia mencabut pisau stainless bergagang kayu sepanjang 40 cm dan menghujamkannya ke punggung korban sebanyak empat kali pula.
"Kejadian berawal ketika korban memukul ayah pelaku, J (67), akibat kesal dengan kebiasaan ayahnya yang kencing (buang air kecil) sembarangan. Melihat hal tersebut, pelaku tidak terima dan menyerang korban dengan pisau hingga korban terjatuh," kata Kapolsek Johar Baru, Kompol Saiful Anwar dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11).
Korban ambruk dan sempat dilarikan ke RSUD Johar Baru, namun nyawanya tak tertolong. "Korban, DW (34) mengalami empat luka tusuk di punggung setelah terlibat perkelahian dengan pelaku, DD (30)," ucap dia.
Tim Reskrim Polsek Johar Baru Tangkap Pelaku
Setelah menerima laporan, Tim Reskrim Polsek Johar Baru langsung menangkap pelaku, dan mengamankan pisau yang dipakai menusuk.
Kasus kini ditangani Unit Reskrim Polsek. Pelaku dijerat Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat.
"Kami mengimbau warga tetap tenang dan menyerahkan penyelesaian masalah ke pihak kepolisian. Setiap tindakan kekerasan akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," ucap dia.