Bolos Sekolah, 10 Pelajar SMP di Metro Diamankan Satpol PP Saat Asyik Main Judi Slot
Mirisnya, salah satu dari mereka tertangkap tangan sedang bermain judi online jenis slot melalui ponsel pribadinya.
Sebanyak sepuluh pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Metro, Lampung, diamankan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) usai kedapatan membolos sekolah dan nongkrong di warung saat jam pelajaran berlangsung.
Mirisnya, salah satu dari mereka tertangkap tangan sedang bermain judi online jenis slot melalui ponsel pribadinya.
Razia ini merupakan bagian dari patroli rutin yang dilakukan oleh Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Kota Metro pada Kamis (7/8),pagi.
Petugas menyisir kawasan Jalan Moh. Dolhar, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, yang kerap menjadi lokasi pelajar membolos.
Kepala Satpol PP Kota Metro, Jose Sarmento, membenarkan penangkapan sepuluh pelajar tersebut di sebuah warung kelontong.
"Kami menemukan anak-anak saat tengah nongkrong di warung saat jam sekolah. Ada yang main game sambil merokok dan ada yang main judi slot,” katanya, Jumat (8/8).
Menurut Jose, para pelajar tersebut menggunakan uang saku yang diberikan orangtua untuk membeli rokok dan mengakses situs judi online. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran terkait pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak di luar sekolah.
"Setelah kita tanya, mereka ini mendapatkan uang dari orangtuanya dan untuk beli rokok di warung tempat mereka bolos sekolah," jelasnya.
Usai diamankan, seluruh pelajar dibawa ke kantor Satpol PP untuk diberikan pembinaan dan edukasi. Dalam prosesnya, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya kedisiplinan, serta bahaya merokok dan berjudi di usia dini.
"Karena mereka masih sekolah, jadi kami minta gurunya untuk jemput anak-anak ini. Ya harapan kami adanya peran orang tua dan masyarakat, dan tidak hanya dilimpahkan hanya ke sekolah saja," tambah Jose.
Jose juga mengimbau para orangtua agar lebih aktif dalam memantau penggunaan uang saku dan aktivitas anak-anak mereka di luar rumah.
"Kami juga butuh peran dari orangtua dan masyarakat. Jangan acuh dan tutup mata untuk generasi muda, takutnya makin banyak anak yang rusak karena judi dan rokok sejak dini," katanya.