BNPB Bangun 50 Hunian Sementara untuk Korban Longsor Banjarnegara, Target Rampung Akhir Desember
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai bangun 50 unit hunian sementara bagi korban longsor Banjarnegara, Jawa Tengah, sebagai langkah awal pemulihan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memulai pembangunan 50 unit hunian sementara di Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Langkah ini diambil untuk membantu warga yang terdampak bencana tanah longsor di wilayah tersebut, memastikan mereka mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Pembangunan hunian sementara ini merupakan respons cepat dari BNPB guna menyediakan tempat tinggal layak bagi para penyintas. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa ini adalah tahap awal sebelum penyediaan hunian tetap bagi masyarakat terdampak.
Sebanyak 1.019 jiwa atau 343 kepala keluarga saat ini masih berada di pengungsian akibat bencana tanah longsor. Pihak BNPB menargetkan penyelesaian 50 unit hunian sementara ini dapat rampung sebelum akhir Desember mendatang, agar pengungsi dapat segera menempati.
Upaya Penanganan dan Pemulihan Pasca Bencana
Selain pembangunan hunian sementara, BNPB juga berkomitmen penuh untuk mendukung upaya pemulihan pasca bencana di Banjarnegara. Abdul Muhari menegaskan bahwa dukungan ini mencakup berbagai aspek penting bagi masyarakat terdampak, memastikan kehidupan mereka kembali normal.
Pemulihan trauma bagi keluarga korban bencana akan menjadi prioritas utama yang didukung oleh BNPB melalui program khusus. Percepatan perbaikan fasilitas layanan publik seperti sekolah dan puskesmas juga akan segera dilaksanakan agar akses dasar masyarakat terpenuhi.
Kegiatan belajar-mengajar dan aktivitas ekonomi warga diharapkan dapat berjalan secara bertahap seiring dengan upaya pemulihan yang komprehensif. Penyaluran santunan bagi keluarga korban sesuai ketentuan pemerintah juga akan segera dilaksanakan oleh Dinas Sosial untuk meringankan beban mereka.
Apresiasi Tim Gabungan dan Langkah Jangka Panjang
Jajaran pimpinan BNPB menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh tim petugas gabungan dalam operasi pencarian dan evakuasi korban. Dedikasi tim selama 10 hari masa tanggap darurat di lokasi bencana patut diacungi jempol dalam penanganan krisis ini.
Data dari posko utama operasi SAR di Pandanarum mencatat total 17 korban meninggal dunia, termasuk dua potongan tubuh yang teridentifikasi. Selain itu, sebanyak 11 orang lainnya masih dinyatakan hilang hingga operasi pencarian resmi ditutup hari ini.
Sebagai langkah antisipasi dan mitigasi risiko jangka panjang, pemetaan kawasan rawan bencana juga masuk dalam rencana BNPB. Hal ini penting untuk mengidentifikasi area berisiko tinggi dan melindungi masyarakat dari potensi bencana serupa di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews