Betrokan Massa dengan Aparat Kepolisian Melebar, Ledakan Bom Molotov dan Gas Air Mata Terdengar Nyaring
Di lokasi ini, ledakan demi ledakan terdengar. Massa melempari polisi dengan petasan dan batu, sementara aparat membalas dengan tembakan gas air mata.
Bentrokan antara kepolisian dengan massa pengunjuk rasa belum juga mereda, Kamis (28/8) sore. Setelah dipukul mundur dari depan Gedung DPR/MPR, konsentrasi massa terpecah ke sejumlah titik. Salah satunya terlihat di Jalan Tentara Pelajar arah Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat.
Di lokasi ini, ledakan demi ledakan terdengar. Massa melempari polisi dengan petasan dan batu, sementara aparat membalas dengan tembakan gas air mata.
Saat asap gas air mata diletuskan, massa sempat lari kocar-kacir ke rel kereta. Namun begitu asap mereda, mereka kembali melakukan serangan dengan melemparkan batu dan petasan.
Merembet ke Jalan Asia Afrika
Bentrokan merembet ke Jalan Asia Afrika. Tak hanya batu, massa mulai melempar bom molotov ke arah aparat hingga menimbulkan kobaran api di jalanan. Polisi merespons dengan gas air mata dari berbagai arah.
Beberapa saat kemudian, puluhan aparat tambahan lengkap dengan tameng, tongkat, dan senjata gas air mata bergerak dari Jalan Gerbang Pemuda.
Mereka berhasil mendesak massa mundur hingga depan Hotel Fairmont. Alhasil, ruas Jalan Asia Afrika yang sempat terblokir akhirnya kembali bisa dilalui kendaraan.
Info Terkini: Jasa Marga Minta Pengguna Tol Dalam Kota Arah Slipi Putar Balik di Cawang
Jasa Marga mengalihkan kendaraan di Jalan Tol Cawang arah Tomang-Pluit. Hal itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi, atas diskresi Kepolisian, di mana mulai pukul 14.50 WIB, pengguna jalan di Ruas Tol Cawang-Tomang-Pluit arah Slipi, diarahkan untuk keluar di off ramp Semanggi KM 07+800 atau melakukan putar balik menghindari lokasi unjuk rasa depan gedung DPR.
Diketahui, Pukul 15.00 WIB, aksi demo semakin tidak terkendali dan mulai memasuki area jalan tol, sehingga dilakukan rekayasa lalu lintas.
Hal tersebut dilakukan karena imbas demonstran yang melakukan blokade jalan imbas kericuhan unjuk rasa di gerbang utama Gedung DPR/MPR RI yang dipukul mundur.
"Kami lakukan pengalihan lalu lintas selama aksi unjuk rasa berlangsung, pengguna jalan dari arah Cawang diarahkan untuk putar balik di KM 08+100 dan 09+600, sedangkan pengguna jalan dari arah Slipi, diarahkan putar balik di KM 12+400," kata Ginanjar Rakhmanto selaku Senior Manager Representative Office 2 JMT, Kamis (28/8).