Demo di Solo, Semarang dan Magelang Berujung Ricuh, Puluhan Orang Diamankan Polisi
"Tujuannya bikin anarkis yang biasa disebut anarko dan berniat merusak fasilitas," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto.
Kepolisian Daerah Polda Jateng menyebut aksi penyampaian aspirasi ada tiga wilayah di wilayah Jawa Tengah yang menjadi fokus anarkis massa demo. Tiga wilayah itu adalah Kota Semarang, Surakarta dan Magelang.
"Ada beberapa wilayah selain Kota Semarang, aksi anarkis juga terjadi di Magelang Kota dan Solo," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, Sabtu (30/8).
Terkait yang mengalami luka-luka ada 42 orang akibat aksi anarkis tersebut. Korban berasal dari aparat keamanan, masyarakat, maupun pengunjuk rasa itu sendiri.
"42 orang alami luka-luka dari aparat polisi dan masyarakat demo. Semarang ada 20 orang, yaitu 7 anggota Polri dan 13 masyarakat atau pengunjuk rasa. Di Surakarta ada 13 orang terdiri dari 9 anggota Polri, 1 TNI, kemudian 1 masyarakat. Total ada 13. Magelang ada 9 orang masih didata," ungkapnya.
Rata-rata yang para korban mengalami luka di kepala akibat lemparan batu, luka memar dan sesak nafas. Ditanya aksi demo di Semarang, massa terpaksa di lakukan penembakkan gas air mata dan water canon lantaran aksi massa ini jelas bukan soal penyampaian aspirasi. Menurutnya, tujuan aksi ini untuk membuat kerusuhan.
"Kita lakukan tindakan tegas terukur. Mereka datang bukan untuk demo. Tapi kumpul sebentar lalu melemparkan batu, bom molotov, petasan ke petugas. Tujuannya bikin anarkis yang biasa disebut anarko dan berniat merusak fasilitas," ujarnya.
Kepolisian telah bertindak humanis dengan mengimbau agar peserta bubar. Namun, menurutnya, massa aksi malah semakin menjadi dan merusak fasilitas umum di Jalan Pahlawan. Aksi demo sampai acara berlangsung tak ada pemberitahuan maupun izin kepolisian. Mereka datang berdasar kabar di media sosial (Medsos).
"Mereka tidak ada izin. Mereka berkumpul berdasar informasi dari melalui media sosial," ujarnya.
Khusus di Semarang, ada puluhan orang ditangkap. Saat ini puluhan orang itu masih didata.
"Untuk saat ini 9 orang ditangkap, kemudian dari Polda sudah tangkap 45 pelaku anarkis. Sedang didatakan untuk ambil keterangan, informasi, dan juga melakukan pemeriksaan kepada para pelaku," jelasnya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan melakukan aksi unjuk rasa dengan tertib dan sesuai aturan.
"Kami dari kepolisian selalu siap menghadapi situasi yang dinamis, kami himbau pada masyarakat jangan mudah terprovokasi dan melakukan aksi anarkis. Perbuatan tersebut akan merugikan kita semua," tandasnya.