BBKSDA Jabar Turun Tangan Imbas Stok Pakan Bandung Zoo Krisis
BBKSDA memastikan akan memberikan bantuan untuk kesejahteraan hewan di Bandung Zoo.
Stok pakan satwa di Bandung Zoo mengalami krisis. Hal itu imbas keterbatasan operasional sejak Agustus 2025 lalu yang berdampak pada pemasukan kebun binatang tersebut.
Juru bicara Serikat Pekerja Mandiri Direnten (SPMD) Bandung Zoo Sulhan Syafi'i mengungkap, pekerja telah berinisiatif menggalang urunan maupun membuka donasi publik sejak awal bulan Desember untuk menambal kekurangan.
Namun, hasilnya hanya cukup menutup biaya pakan sebanyak 711 ekor satwa yang ada di destinasi eduwisata sekaligus kawasan konservasi itu sampai beberapa hari ke depan.
Di tengah kondisi ini, para pekerja Bandung Zoo berinisiatif membuka dialog dengan datang langsung ke kantor Balai Besar Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, di kawasan Gedebage, Bandung, Jawa Barat, sebagai perpanjangan dari Kementerian Kehutanan dalam urusan konservasi hewan, pada Kamis (18/12).
Mereka datang untuk menyampaikan persoalan pakan sekaligus meminta agar Bandung Zoo dapat dibuka sebagai salah satu solusinya. Ini mengingat pemasukan terbesar untuk operasional berasal dari hasil penjualan tiket.
“Demi kepentingan para satwa, karyawan dan juga para pedagang yang ada di sekitar situ," kata Sulhan kepada wartawan, di Kantor BBKSDA Jabar, Kamis (18/12).
BBKSDA Bakal Turun Tangan
Menanggapi aspirasi tersebut, Humas BBKSDA Jawa Barat, Eri Mildranaya mengukapkan perkara pembukaan kembali Bandung Zoo bukan kewenangan pihaknya lantaran menyangkut ranah hukum. Namun, untuk urusan krisis stok pakan, BBKSDA Jawa Barat memastikan akan turun tangan.
"Kami akan tangani, Kementerian Kehutanan akan tangani mulai Jumat (19/12). Sebetulnya kami akan mulai kemarin. Hanya mungkin secara administratif baru bisa dilaksanakan Jumat ini," ucapnya.
Eri tak mengungkap rincian bantuan terkait masalah pakan hewan di Bandung Zoo. Namun, ia menjanjikan kesejahteraan satwa akan diperhatikan.
“Kami hanya konsentrasi terhadap satwanya. Sesuai dengan hal yang perlu kami tanggulangi," bebernya.